Keringat, Tekad, dan Kebanggaan: Atlet SMAS Kristen Harapan di Ajang Porjar Taekwondo
Denpasar, 2026 — Atlet Taekwondo SMAS Kristen Harapan kembali menunjukkan semangat juang dan prestasi yang membanggakan dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) tahun ini. Melalui latihan yang disiplin dan kerja keras, para atlet berhasil memberikan penampilan terbaik serta membawa pulang pengalaman berharga.Dalam ajang tersebut, tim Taekwondo SMAS Kristen Harapan berhasil meraih total 4 medali perak dan 5 medali perunggu. Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi para atlet selama masa persiapan.
Adapun daftar peraih medali adalah sebagai berikut:
- Tiara Brainnete Ginting (XI MIPA 4) — Juara 2 (Perak)
- Karen (XI MIPA 2) — Juara 3 (Perunggu)
- Sabrina Anastasya Tri Mulyana (X-10) — Juara 3 (Perunggu)
- Komang Surya Darma (XI MIPA 6) — Juara 2 (Perak)
- Ferried Hong (XI MIPA 6) — Juara 3 (Perunggu)
- Made Daffa Surya Dinata (XI IPS 4) — Juara 3 (Perunggu)
- Errica Felicia Santoso (XII-6) — Juara 3 (Perunggu)
- Theresia Aulia Kasih (XI IPS 1) — Juara 2 (Perak)
Salah satu atlet peraih medali perak, Tiara Brainnete Ginting (XI MIPA 4), mengungkapkan bahwa momen paling berkesan baginya adalah saat memasuki arena pertandingan. Di hadapan banyak peserta dari berbagai sekolah, ia merasa gugup namun juga bangga karena dapat tampil dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. “Rasanya deg-degan, tapi juga senang dan bangga bisa berdiri di atas matras,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa pengalaman mengikuti Porjar membuatnya belajar untuk lebih fokus selama pertandingan serta memperluas pertemanan dengan atlet dari sekolah lain.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh atlet Taekwondo SMAS Kristen Harapan, Ni Komang Cristy Setya Dewi (X-9). Ia menuturkan bahwa pengalaman paling berkesan adalah saat memasuki arena pertandingan dan melihat banyak peserta dari berbagai sekolah. Ia mengakui bahwa menjaga konsistensi latihan serta mengatasi rasa gugup menjadi tantangan tersendiri selama persiapan hingga pertandingan berlangsung.
Dalam persiapannya, para atlet menjalani latihan selama kurang lebih 2 hingga 3 bulan dengan jadwal rutin beberapa kali dalam seminggu. Latihan yang dilakukan meliputi latihan fisik, teknik, serta sparring. Meski demikian, proses latihan tidak selalu berjalan mudah. Para atlet harus membagi waktu antara latihan dan kegiatan sekolah, serta menghadapi kondisi cuaca yang tidak menentu. Selain tantangan fisik, tekanan mental seperti rasa gugup dan kurang percaya diri juga menjadi hambatan saat pertandingan. Namun, berkat dukungan dari pelatih dan orang tua, para atlet mampu melewati berbagai tantangan tersebut. Dukungan tersebut menjadi sumber motivasi utama bagi mereka untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik.
Pengalaman mengikuti Porjar tahun ini memberikan banyak pelajaran penting bagi para atlet. Mereka menjadi lebih sadar akan pentingnya disiplin, fokus, serta kekompakan dalam tim. Ke depannya, para atlet bertekad untuk lebih meningkatkan kemampuan teknik dan stamina agar dapat tampil lebih maksimal dalam kompetisi berikutnya. Dengan semangat yang terus tumbuh, para atlet SMAS Kristen Harapan berharap dapat meraih hasil yang lebih baik di Porjar tahun mendatang. Mereka ingin tampil lebih percaya diri dan mampu mencapai prestasi yang lebih tinggi.Para atlet juga menyampaikan pesan bahwa dalam setiap pertandingan, yang terpenting adalah usaha dan semangat pantang menyerah. Porjar tahun ini menjadi bukti bahwa kerja keras, keberanian, dan kebersamaan mampu membawa kebanggaan bagi SMAS Kristen Harapan.
Penulis : Dinda, Stevani, Deswita




