RAPOR SEBAGAI CERMIN DAN HARAPAN: SMAS KRISTEN HARAPAN TUTUP SEMESTER DENGAN REFLEKSI DAN APRESIASI
Suasana SMAS Kristen Harapan Denpasar pada Kamis, 18 Desember 2025, terasa berbeda. Setelah seluruh murid mengikuti Pemilihan Ketua OSIS secara langsung di kelas masing-masing, kegiatan berlanjut pada momen yang tak kalah penting: pembagian rapor Semester Ganjil Tahun Ajaran 2025/2026.
Pembagian rapor berlangsung serentak di kelas masing-masing dengan suasana yang hangat dan penuh makna. Tidak sekadar menyerahkan dokumen akademik, wali kelas memanfaatkan momen ini untuk berdialog dengan murid. Setiap rapor menjadi bahan refleksi, menyampaikan capaian terbaik yang patut diapresiasi sekaligus catatan perbaikan yang perlu diperjuangkan pada semester berikutnya.
“Rapor bukan sekadar angka. Ini adalah peta perjalanan belajar kalian sepanjang 1 (satu) semester ini, apa yang sudah kuat, dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujar Ibu Yuli, wali kelas X-1, dalam arahannya kepada murid. Pesan tersebut menegaskan bahwa rapor dipandang sebagai alat pembelajaran, bukan alat pembanding.
Beberapa wali kelas mengizinkan rapor langsung diterima oleh murid, namun kelas X-1 dan kelas X-3 pengambilan rapor didampingi oleh orang tua/wali murid. Kehadiran orang tua/wali murid ini menjadi wujud nyata kolaborasi sekolah dan keluarga, agar capaian belajar murid selama satu semester dapat dipahami bersama dan ditindaklanjuti secara berkelanjutan di rumah.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan konsistensi belajar, sekolah juga memberikan penghargaan kepada tiga murid terbaik di setiap kelas. Tepuk tangan dan senyum bangga mengiringi penyerahan penghargaan tersebut, bukan hanya sebagai pengakuan prestasi, tetapi juga sebagai motivasi bagi murid lain untuk terus berproses dan berkembang. Penghargaan yang diberikan bukan tentang siapa yang paling hebat, tetapi tentang siapa yang mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan bahwa setiap murid memiliki potensi untuk bertumbuh dan berkembang.
Melalui pembagian rapor semester ganjil ini, SMAS Kristen Harapan menegaskan komitmennya pada pendidikan yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Rapor menjadi jembatan refleksi antara sekolah, murid, dan orang tua, menyambungkan evaluasi dengan harapan, serta prestasi dengan proses.
Semester boleh berakhir, tetapi perjalanan belajar terus berlanjut. Dengan semangat refleksi, apresiasi, dan kolaborasi, SMAS Kristen Harapan melangkah menuju semester berikutnya dengan keyakinan bahwa setiap murid memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan menjadi versi terbaik dari dirinya.





