SMAS KRISTEN HARAPAN RAMPUNGKAN SURVEI KARAKTER PUSPEKA
SMAS Kristen Harapan Denpasar telah menuntaskan pengisian Survei Karakter dari Pusat Penguatan Karakter (PUSPEKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Indonesia sesuai jadwal yang ditetapkan. Pengisian survei dilakukan pada 8–12 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah mendukung pemetaan karakter murid secara nasional sebagai dasar penguatan kebijakan pendidikan berbasis nilai.
Sebanyak 45 murid baik dari kelas X, XI, dan XII, yang terpilih secara acak melalui sistem, melakukan pengisian survei tersebut, bertempat di Laboratorium Multimedia (MM). Pengisian survei didampingi langsung oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., serta Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd.
Tak hanya murid, Kepala SMAS Kristen Harapan bersama-sama dengan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum juga turut mengisi survei sebagai bagian dari instrumen yang menilai ekosistem pendidikan secara menyeluruh, termasuk peran kepemimpinan sekolah dalam membangun iklim belajar yang sehat dan berkarakter.
Survei Karakter PUSPEKA mencakup dua ruang lingkup utama, yakni Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan (PPKPSP), serta Budaya Belajar Aman, Nyaman, dan Gembira (BBANG) yang terintegrasi dengan nilai Inklusivitas dan Kebinekaan (IK). Melalui instrumen ini, sekolah diharapkan memperoleh gambaran objektif mengenai praktik pembiasaan, relasi sosial, serta rasa aman dan nyaman yang dirasakan murid dalam proses belajar.
Pihak sekolah memastikan seluruh proses pengisian berjalan tertib, jujur, dan sesuai prosedur. Pendampingan dilakukan semata-mata untuk memastikan aspek teknis berjalan lancar, tanpa memengaruhi jawaban murid.
Melalui pengisian survei ini, SMAS Kristen Harapan menegaskan komitmennya untuk terus membangun lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kebinekaan, dan kesejahteraan murid sebagai fondasi pendidikan jangka panjang.





