post-image

BERGERAK SERENTAK, GURU SMAS KRISTEN HARAPAN PERBARUI ARAH PEMBELAJARAN LEWAT WORKSHOP KURIKULUM

Suasana di dalam ruang guru SMAS Kristen Harapan mendadak hening dan khidmat tepat pukul 08.00 Wita, Kamis, 11 Juni 2026. Alunan doa dan pujian mengalir syahdu dalam ibadah singkat yang dipimpin oleh Ibu Pastini Faomasi Hulu, S.Pd.K., mengawali sebuah kegiatan akademis penting di penghujung tahun ajaran.

Hari itu, guru-guru berkumpul bukan untuk membahas nilai ujian, melainkan untuk membedah, meremajakan, dan merancang ulang arah kemudi pendidikan sekolah melalui Workshop Review Kurikulum.

Usai ibadah, Kepala SMAS Kristen Harapan memberikan sapaan hangat serta memberikan penegasan kuat bahwa agenda tahunan ini bukanlah ritual formalitas di atas kertas semata. Workshop ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau pemenuhan dokumen administratif, namun sebuah momentum untuk merefleksikan, mengevaluasi, dan memperbarui strategi untuk pembelajaran di tahun ajaran berikutnya.

Geliat workshop semakin menarik saat memasuki agenda sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Pengawas Sekolah, Ibu Ni Wayan Ekayanti, S.Pd., M.Si. Karena momentum ini merupakan kali pertama beliau bertatap muka langsung dengan seluruh jajaran guru SMAS Kristen Harapan, Ibu Ekayanti memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri dengan hangat, mencairkan suasana ruang guru menjadi lebih akrab dan dialogis.

Usai membuka acara, Ibu Ekayanti langsung tancap gas memaparkan materi pertama mengenai Review Kurikulum. Beliau mengupas tuntas urgensi kurikulum sebagai jantung dari satuan pendidikan, sebelum membedah secara detail anatomi struktur Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).

Satu poin paling menarik dalam sesi ini adalah pembahasan mengenai penyesuaian visi sekolah, sesuai dengan hasil workshop di provinsi serta sesuai dengan arahan Bapak Kadisdikpora Prov. Bali. Ibu Ekayanti menyampaikan agar sekolah menyelaraskan visi sekolah terhadap visi besar Provinsi Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam mewujudkan jalan peradaban menuju Bali Era Baru.

Memasuki materi kedua, fokus perhatian bergeser pada kesiapan guru dalam meramu Perangkat Ajar. Ibu Ekayanti mengingatkan bahwa guru masa kini tidak boleh gagap teknologi. Secara spesifik, beliau menginstruksikan agar seluruh guru menyiapkan perangkat ajar yang terintegrasi langsung dengan Papan Interaktif Digital (PID). Penekanan ini sangat relevan mengingat SMAS Kristen Harapan mendapatkan bantuan perangkat teknologi mutakhir tersebut untuk menunjang digitalisasi sekolah.

Materi dari pengawas kemudian ditutup dengan sesi ketiga, yakni pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal/Pendidikan (SPMI/SPMP) yang disandarkan pada pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Menjelang siang, arah kebijakan sekolah diperkuat oleh paparan dari Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Perguruan Kristen Harapan (YPKH), Ibu Ni Made Wirasmini, M.Pd. Beliau menyampaikan bagaimana garis kebijakan strategis yayasan dikembangkan serta memaparkan bahwa program di bawah naungan YPKH berjalan beriringan dan selaras dengan program-program prioritas pemerintah, demi menjaga relevansi institusi di tengah kompetisi global.

Ujian sesungguhnya bagi para guru dimulai seusai makan siang. Ruang guru berubah menjadi laboratorium kerja yang dinamis saat sesi pembuatan perangkat bahan ajar resmi dibuka. Guru ditantang untuk menuntaskan dokumen perencanaan pembelajaran mereka saat itu juga. Para guru menjawabnya dengan etos kerja luar biasa. Alih-alih mengeluh, mereka saling berdiskusi dan membuat perangkat ajar sesuai dengan yang diinstruksikan. Bukti nyata proses ini, guru meng-upload dokumen bahan ajar mereka secara mandiri ke tautan drive yang disediakan bidang kurikulum.

Sebelum penutupan workshop, Ibu Ni Nyoman Agata Sofianingrum  H., S.Pd., guru bidang studi Matematika, maju sebagai perwakilan untuk mempresentasikan perangkat ajar hasil buatannya. Beliau menunjukkan dan memaparkan materi Konsep Polinomial yang telah diintegrasikan dengan STEM dan penggunaan PID (Papan Interaktif Digital). Presentasi apik ini langsung mendapatkan penguatan, serta umpan balik positif dari Ibu Ekayanti selaku pengawas sekolah.

Workshop dari pagi sampai dengan sore hari itu berjalan dengan baik dan lancar dan telah menghasilkan perangkat ajar. Workshop ditutup oleh Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., dengan pesan penguatan agar guru dapat mengimplementasikan apa yang telah didapatkan pada sesi workshop hari itu. Workshop produktif tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama di depan lobby Yayasan Perguruan Kristen Harapan. Melalui workshop ini, membuktikan bahwa SMAS Kristen Harapan siap menyongsong tahun ajaran baru, TA 2026/2027.