post-image

Berani Mencoba, Berani Berprestasi: Perjalanan Peraih Gold Medal OCEANS'S 2026 pada Bidang PPKN dan Kesehatan

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMAS Kristen Harapan melalui ajang OCEANS'S (Olympiade of Civic Education, Social and Sciences) yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Pada kompetisi tingkat provinsi yang berlangsung pada 13 Mei 2026 di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), siswa-siswi SMAS Kristen Harapan berhasil meraih Gold Medal pada dua bidang lomba, yaitu PPKN dan Kesehatan.

 

Pada bidang PPKN, prestasi Gold Medal diraih oleh I Bagus Putu Anggayasa Putra (X-1 Angkatan 61), Anna Vera Gratia Rao (XI IPS 1 Angkatan 60), Jessica Vianna Vannessia (XI IPS 1 Angkatan 60), Misha Christabel Ismadi (XI IPS 1 Angkatan 60), dan Desak Putri Parmita (XI IPS 2 Angkatan 60).

 

Sementara itu, capaian serupa juga diraih pada bidang Kesehatan oleh Cellomita Lutgarda Joseph (XI MIPA 1 Angkatan 60), Putu Aurellia Ayura Karna (XI MIPA 1 Angkatan 60), Muhammad Abiyy Kawira (XI MIPA 1 Angkatan 60), dan Agatha Emmanuella Santoso (XI MIPA 1 Angkatan 60).

 

Dari para peraih Gold Medal tersebut, beberapa siswa membagikan pengalaman, tantangan, serta pelajaran berharga yang mereka peroleh selama mengikuti kompetisi.

 

Bagi Anna Vera Gratia Rao, keberhasilan ini menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena merupakan kali pertamanya mengikuti olimpiade di jenjang SMA. Selain memperoleh prestasi, ia juga mendapatkan banyak wawasan baru mengenai kewarganegaraan.

“Aku bersyukur banget dan senang karena ini pertama kalinya ikut olimpiade di SMA. Menurutku ini jadi pengalaman baru karena aku jadi lebih banyak tahu tentang kewarganegaraan,” ujarnya.

Hal serupa juga dirasakan oleh I Bagus Putu Anggayasa Putra. Menurutnya, pencapaian ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus dapat mendukung rencana pendidikan di masa depan.

“Jujur pasti senang karena berkesempatan dapat Gold Medal di perlombaan ini. Selain itu, pencapaian seperti ini juga bisa menjadi pendukung untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi nanti,” ungkapnya.

Di balik keberhasilan tersebut, terdapat proses persiapan yang panjang dan konsisten. Para peserta mengikuti pembinaan melalui latihan soal, pendalaman materi, hafalan, diskusi, serta sesi tanya jawab yang dilakukan secara rutin. Dalam proses belajar, Anna memilih untuk mencatat kembali materi menggunakan bahasanya sendiri dan memperbanyak latihan tanya jawab bersama teman. Sementara itu, Gus Angga menekankan pentingnya latihan soal dan diskusi untuk memperdalam pemahaman materi.

Selain bidang PPKN, pengalaman menarik juga dibagikan oleh peserta bidang Kesehatan. Agatha Emmanuella Santoso mengaku tidak menyangka dapat meraih Gold Medal karena sebelumnya merasa kurang percaya diri dengan kemampuannya.

“Kaget, senang, dan tentunya sangat bersyukur. Dari awal aku sebenarnya kurang pede sama hasil dan kemampuan yang aku punya, jadi pas tahu berhasil meraih Gold Medal, aku cukup nggak nyangka,” tuturnya.

Menurut Agatha, kunci persiapan yang paling penting adalah konsistensi dan kedisiplinan dalam berlatih. Ia juga berusaha meninjau kembali soal-soal yang pernah dipelajari sebelumnya agar lebih siap menghadapi kompetisi.

“Kepercayaan diri bakal muncul ketika kita tahu bahwa kita sudah berusaha dan mempersiapkan diri dengan maksimal,” jelasnya.

Meski demikian, perjalanan menuju kompetisi tidak selalu mudah. Agatha mengungkapkan bahwa tantangan terbesar yang ia hadapi adalah mengatur waktu antara belajar untuk sekolah dan mempersiapkan diri menghadapi olimpiade. Saat kompetisi berlangsung, menjaga fokus di tengah banyaknya peserta juga menjadi tantangan tersendiri.

Sementara itu, Cellomita Lutgarda Joseph menilai bahwa konsistensi dan kemauan untuk terus belajar menjadi kunci utama yang membantunya meraih hasil terbaik dalam kompetisi.

“Konsisten dan kemauan untuk terus belajar,” ujarnya.

Cello juga berpesan bahwa persiapan yang matang dan keberanian untuk menghadapi kemungkinan gagal merupakan langkah penting dalam membangun rasa percaya diri.

“Persiapkan diri sebaik mungkin dan yang paling penting adalah jangan takut gagal,” pesannya.

Selain memperoleh prestasi, para peserta juga mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti OCEANS'S. Anna mengaku sangat terkesan saat mengikuti kompetisi secara langsung di Singaraja karena dapat bertemu banyak siswa berprestasi dari berbagai sekolah dan memperoleh motivasi baru untuk terus belajar.

Di sisi lain, Gus Angga mengenang berbagai momen seru selama masa pembinaan, terutama kesempatan untuk bertemu teman-teman baru yang memiliki minat dan semangat belajar yang sama.

Bagi Agatha, momen yang paling berkesan adalah saat belajar dan berdiskusi bersama teman-teman. Menurutnya, suasana saling berbagi ilmu, bertukar pengalaman, dan saling menyemangati menjadi pengalaman yang sangat berharga. Sementara itu, Cello mengaku bahwa momen paling berkesan baginya adalah saat pengumuman hasil lomba diumumkan.

Di akhir wawancara, para peserta menyampaikan pesan bagi siswa yang masih ragu untuk mengikuti kompetisi. Mereka mengajak teman-teman untuk tidak takut mencoba karena setiap lomba bukan hanya tentang meraih kemenangan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, membangun karakter, memperluas relasi, dan mengenali potensi diri.

“Kalau kita nggak berani mencoba, kita nggak akan pernah tahu sejauh apa kemampuan kita,” ujar Agatha.

Pesan serupa juga disampaikan oleh Anna dan Gus Angga yang mengajak siswa untuk memanfaatkan kesempatan selama masa SMA dengan berani mencoba berbagai pengalaman baru. Menurut mereka, prestasi bukanlah satu-satunya tujuan, melainkan proses yang dijalani serta pelajaran yang diperoleh selama perjalanan tersebut.

Prestasi yang diraih oleh para siswa ini menjadi bukti bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk mencoba dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan. Semoga keberhasilan mereka dapat menginspirasi seluruh siswa SMAS Kristen Harapan untuk terus mengembangkan potensi diri, berani mengambil kesempatan, dan mengharumkan nama sekolah melalui berbagai kompetisi akademik maupun nonakademik.

Penulis: Lina, Meylan, Novi