post-image

DARI PELATIHAN NASIONAL KE RUANG KELAS: GURU SMAS KRISTEN HARAPAN SEBARKAN SEMANGAT STEM

Ilmu yang diperoleh dari sebuah pelatihan akan memberikan dampak nyata ketika dibagikan dan diterapkan. Prinsip inilah yang diwujudkan oleh Guru Kimia dan Informatika sekaligus Waka Bidang Kurikulum SMAS Kristen Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., setelah mengikuti Program Bina Talenta Indonesia (BTI) Bidang STEM yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Universitas Padjadjaran, Bandung, pada 1–7 Juli 2026.

Sepulang dari pelatihan nasional tersebut, berbagai pengalaman, praktik baik, serta konsep pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi. Sebaliknya, seluruh hasil pelatihan segera ditindaklanjuti melalui serangkaian kegiatan pengimbasan kepada murid, guru, hingga anggota ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAS Kristen Harapan sebagai langkah awal membangun budaya pembelajaran STEM di lingkungan sekolah.

Momentum pertama pengimbasan dilakukan pada 13 Juli 2026, bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi murid baru. Dalam sesi pengenalan kurikulum, Ibu Yuli tidak hanya menjelaskan sistem pembelajaran di SMAS Kristen Harapan, tetapi juga memperkenalkan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) sebagai salah satu program nasional pengembangan talenta yang dapat diikuti oleh para murid. Di hadapan murid baru, Ibu Yuli menjelaskan bahwa BTI memberikan kesempatan bagi murid Indonesia untuk mengembangkan potensi melalui tiga bidang strategis, yaitu STEM, Koding, dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence). Ketiga bidang tersebut dinilai menjadi kompetensi penting yang akan sangat dibutuhkan pada era transformasi digital dan perkembangan teknologi.

Lebih dari sekadar memperkenalkan sebuah program, penyampaian tersebut menjadi ajakan bagi para murid untuk mulai membangun prestasi sejak awal memasuki bangku SMA. Ibu Yuli berharap tahun depan akan ada murid SMAS Kristen Harapan yang berhasil lolos mengikuti Program Bina Talenta Indonesia, karena program ini merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mengembangkan potensi, memperluas wawasan, sekaligus belajar bersama talenta-talenta terbaik dari seluruh Indonesia.  Pengenalan BTI sejak hari pertama sekolah diharapkan mampu menumbuhkan motivasi belajar, rasa ingin tahu, serta semangat berprestasi bagi murid baru agar lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21.

Komitmen membangun budaya STEM kemudian dilanjutkan kepada seluruh guru. Pada Jumat, 17 Juli 2026, dalam kegiatan Hari Belajar Guru yang dilaksanakan di Ruang Guru SMAS Kristen Harapan, Ibu Yuli menyampaikan materi bertajuk: "Implementasi Siklus Pembelajaran STEM 5E dalam Perencanaan Pembelajaran di SMAS Kristen Harapan." Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Program Bina Talenta Indonesia Bidang STEM yang mendorong setiap peserta untuk melakukan pengimbasan kepada guru di sekolah masing-masing. Dalam pemaparannya, Ibu Yuli membagikan pengalaman selama mengikuti pelatihan di Universitas Padjadjaran, mulai dari filosofi pembelajaran STEM hingga penerapan Siklus Pembelajaran STEM 5E yang terdiri atas Engage, Explore, Explain, Elaborate, dan Evaluate. Tidak hanya menjelaskan konsep, peserta pengimbasan juga diajak memahami bagaimana pendekatan STEM dapat diterapkan secara nyata dalam penyusunan perangkat ajar, pelaksanaan pembelajaran intrakurikuler, hingga pengembangan program kokurikuler sesuai arah kebijakan Kurikulum SMAS Kristen Harapan Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan tersebut diharapkan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai konsep STEM, mampu menyusun perangkat pembelajaran berbasis STEM menggunakan siklus pembelajaran 5E, serta mengembangkan pembelajaran yang lebih kontekstual, kolaboratif, kreatif, dan berpusat pada murid.

Semangat berbagi pengetahuan juga menyentuh komunitas riset sekolah. Pada Kamis, 23 Juli 2026, pengimbasan kembali dilakukan kepada anggota Ekstrakurikuler Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAS Kristen Harapan. Dalam kesempatan tersebut, Ibu Yuli memperkenalkan program BTI serta bagaimana pendekatan STEM dapat menjadi fondasi dalam mengembangkan penelitian dan inovasi murid. Anggota KIR diajak memahami bahwa riset tidak hanya menghasilkan karya ilmiah, tetapi juga mampu melahirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan di masyarakat melalui integrasi sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.

Bagi Ibu Yuli, mengikuti Program Bina Talenta Indonesia merupakan pengalaman yang memperluas perspektif mengenai pembelajaran abad ke-21. Pelatihan tersebut tidak hanya memperkenalkan konsep STEM secara teoretis, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dalam merancang pembelajaran berbasis pemecahan masalah nyata melalui pendekatan STEM dengan siklus 5E.

Namun, menurutnya, keberhasilan implementasi STEM tidak dapat dilakukan oleh satu guru saja. "Saya menyadari bahwa keberhasilan implementasi STEM tidak hanya bergantung pada kemampuan individu guru, tetapi memerlukan komitmen dan kolaborasi seluruh warga sekolah. Pengimbasan ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya pembelajaran yang inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi murid," ujarnya.

Sebagai Waka Bidang Kurikulum, Ibu Yuli juga mengintegrasikan pendekatan STEM ke dalam Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Ajaran 2026/2027, serta borkomitmen untuk mendampingi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran berbasis STEM, serta menggerakkan setiap MGMP sekolah untuk menghasilkan sedikitnya satu proyek kolaboratif berbasis STEM. Selain itu, melalui pembinaan Ekstrakurikuler KIR Harapan, pendekatan STEM juga akan menjadi landasan dalam pengembangan penelitian dan inovasi murid sehingga mampu menghasilkan karya yang lebih relevan dengan tantangan kehidupan nyata.

Melalui rangkaian pengimbasan kepada murid, guru, dan komunitas riset sekolah, Program Bina Talenta Indonesia tidak berhenti sebagai pengalaman belajar individu, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama dalam membangun ekosistem pembelajaran yang inovatif.

Sejalan dengan visi SMAS Kristen Harapan untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan berdaya saing global, implementasi STEM diharapkan mampu melahirkan generasi yang kreatif, kritis, kolaboratif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus siap menjadi talenta Indonesia di masa depan.

 

 

[15 April 2026]

HADIRI WORKSHOP SE-BALI, SMAS KRISTEN HARAPAN SIAP MATANGKAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN 2026

Dalam upaya menyelaraskan arah kebijakan pendidikan nasional dengan dinamika lokal, Waka Kurikulum SMAS Kristen Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling.,  turut mengikuti kegiatan Workshop Kurikulum dan Pembelajaran 2026  Provinsi Bali, bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, berlangsung selama dua hari dari tanggal 14 - 15 April 2026. Guna menjaga efektivitas jalannya kegiatan, panitia membagi jadwal berdasarkan wilayah, di mana sekolah-sekolah di Kota Denpasar mendapatkan giliran penajaman materi pada hari kedua, Rabu, 15 April 2026.

Pada hari pertama (14/4), Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali, Bapak Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., membuka resmi kegiatan sementara pada hari kedua (15/4), Kepala Bidang Pengembangan SMA, Ibu Anak Agung Istri Vera Laksmi Dewi, S.E., M.M., yang menyampaikan sambutan Bapak Kadisdikpora Prov. Bali sekaligus membuka acara.

Workshop disampaikan oleh para pakar di bidangnya, yaitu Bapak Dr. Ir. I Ketut Suarnaya, M.Pd. serta Ibu Ni Ketut Irma Parwati, S.E., M.Pd. (Widyaprada BPMP Provinsi Bali), serta Tim Pengembang Kurikulum Nasional, Bapak I Putu Sudibawa, S.Pd., M.Pd.

Beberapa poin-poin dalam kegiatan workshop tersebut seperti: (1) Program Prioritas Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2026, yang meliputi: Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Makan Bergizi Gratis, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, TKA, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman; (2) Dari digitalisasi pendidikan, digitalisasi dinilai bukan lagi sekadar pelengkap visual, melainkan motor penggerak utama untuk memicu deep learning (pembelajaran mendalam) dan pengenalan coding pada jenjang menengah atas; (3) Urgensi pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendekatan integratif ini dipandang sebagai solusi untuk menghasilkan murid yang tidak hanya fasih menghafal konsep di atas kertas, tetapi juga taktis menerapkannya dalam memecahkan problem nyata di kehidupan sehari-hari.

Workshop juga memprioritaskan terkait SDM Bali Unggul yang akan diterapkan pada Tahun Ajaran 2025/2026 yang diimplementasikan pada mata pelajaran Muatan Lokal. Jika sebelumnya Muatan Lokal yang diajarkan adalah Bahasa Daerah Bali, maka untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Muatan Lokal dibagi menjadi 2 yaitu Bahasa Daerah Bali bagi murid kelas X dan XI, dan Kearifan Lokal bagi murid kelas XII, yang akan diajarkan oleh Guru Bahasa Bali. Disamping itu, diharapkan penerapan berbasis STEM dilaksanakan juga pada TA 2026/2027, baik secara intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler; menyesuaikan dengan kondisi sekolah.

Menariknya, workshop ini tidak hanya berkutat pada urusan pelajaran. Menyadari tingginya kerentanan generasi muda terhadap kejahatan siber, panitia menggandeng Kantor OJK Provinsi Bali untuk memberikan materi "Edukasi Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal: Sinergi untuk Melindungi" yang dibawakan langsung oleh Asisten Manajer Divisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Bali. Melalui materi perlindungan konsumen ini, waka kurikulum yang hadir diharapkan mampu meneruskan rambu-rambu waspada keuangan ilegal ke lingkungan sekolah, guna memproteksi para guru dan murid dari jebakan investasi bodong bermodus digital.

Dengan keikutsertaan Waka Kurikulum dalam workshop ini, maka materi yang didapatkan akan segera disosialisasikan dan diadaptasi ke dalam program pembelajaran untuk persiapan di Tahun Ajaran 2026/2027.

 

 

[22 Mei 2026]

SMAS KRISTEN HARAPAN IKUTI WORKSHOP PENGUATAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL PENDIDIKAN

Dalam rangka memperkuat mutu tata kelola dan standardisasi pelayanan pendidikan, SMAS Kristen Harapan turut ambil bagian dalam Workshop Penguatan Standar Pelayanan Minimal (SPMP) Bidang Pendidikan Tahun 2026, Jumat 22 Mei 2026, yang diikuti oleh Waka Bidang Sarana dan Prasarana, Ibu I Gusti Ayu Oka Citariani, M.Pd., serta Waka Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling.

Kegiatan yang menyasar seluruh Kepala SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta se-Bali serta Ketua Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ini digelar secara serentak di wilayah Provinsi Bali, dengan Tempat Pelaksanaan Kegiatan (TPK) menyesuaikan dengan daerah masing-masing. Khusus untuk sekolah di wilayah Kota Denpasar, pelaksanaan workshop dipusatkan di Aula SMK Negeri 1 Denpasar.

Rangkaian acara diawali dengan laporan dari Koordinator Pengawas Sekolah, Bapak Drs. I Wayan Suwira, M.Si. Workshop kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali, Bapak Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., secara daring.

Dalam kesempatan tersebut, Kadisdikpora langsung menyampaikan materi mengenai "Arah Kebijakan Perencanaan Penganggaran Daerah dalam Pemenuhan SPM Pendidikan". Pemetaan ini menjadi acuan penting bagi sekolah agar dapat menyusun RKAS (Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah) yang sejalan dengan peta jalan anggaran pemerintah daerah.

Memasuki sesi inti, agenda workshop bergeser pada tataran teknis yang dipandu langsung oleh tim Pengawas Sekolah. Materi yang dikupas meliputi penguatan Standar Pelayanan Minimal, implementasi SPMI, teknik Analisis Rapor Satuan Pendidikan, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL).

Dinamika workshop terasa kian menantang saat panitia menginstruksikan seluruh sekolah untuk langsung membedah rapor pendidikan mereka saat itu juga. Tim SMAS Kristen Harapan melakukan komparasi data, membandingkan setiap parameter mutu sekolah dengan rata-rata capaian Provinsi Bali. Melalui pemetaan ini, sekolah dapat melihat secara objektif indikator apa saja yang posisinya sudah berada di atas rata-rata provinsi, serta sektor mana saja yang masih berada di bawah rata-rata dan memerlukan akselerasi khusus.

Seluruh rangkaian workshop berjalan dengan baik, interaktif, dan lancar hingga sore hari. Namun, penutupan acara bukanlah akhir dari segalanya. Setiap sekolah, termasuk SMAS Kristen Harapan, pulang membawa Pekerjaan Rumah (PR) yang wajib diselesaikan dalam tenggat waktu dekat, yaitu analisis Rapor Pendidikan, membuat RTL, serta laporan pendampingan SPMP/SPMI yang diserahkan kepada pengawas sekolah masing-masing. Melalui keikutsertaan ini, SMAS Kristen Harapan tidak hanya fokus pada pencapaian akademis, tetapi juga berkomitmen untuk memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan demi kenyamanan dan mutu belajar murid.

 

 

[2 Juni 2026]

MENGINTIP KESIAPAN SMAS KRISTEN HARAPAN PADA OSNK 2026

Rabu, 26 Mei 2026, pada jam terakhir pelajaran, bertempat di salah satu ruang kelas SMAS Kristen Harapan, sebanyak 31 murid pilihan duduk berkumpul bersama panitia OSN (Olimpiade Sains Nasional) sekolah untuk mengikuti sesi sosialisasi pengarahan terkait persiapan pelaksanaan OSN-K.

Untuk tahun ini, SMAS Kristen Harapan menurunkan 31 murid terbaik yang akan bertempur dalam Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSNK) 2026, dengan rincian: Matematika: 5 orang; Biologi: 5 orang; Informatika: 5 orang; Fisika: 5 orang; Kimia: 5 orang; Geografi: 3 orang; dan Ekonomi: 3 orang.

Pertemuan ini dilakukan sebagai persiapan untuk melakukan simulasi dan uji coba sistem keesokan harinya, Kamis, 7 Mei 2026, di Laboratorium Multimedia (Lab MM) Yayasan Perguruan Kristen Harapan (YPKH). Pada kesempatan tersebut, waka bidang kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., menyampaikan hal-hal krusial yang hendaknya diperhatikan oleh peserta serta alur pelaksanaan simulasi sampai dengan alur pelaksanaan OSN-K, untuk persiapan seluruh peserta.

Seusai memberikan informasi kepada peserta, panitia lalu melakukan persiapan di LB MM, melakukan setting komputer baik komputer server maupun klien, agar proses simulasi keesokan hari berlangsung dengan baik dan lancar.

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, OSNK jenjang SMA tahun ini sepenuhnya menggunakan moda semi daring. Konsekuensinya, dapur teknis panitia sekolah harus bekerja ekstra keras sebelum simulasi dimulai. Tim telah melakukan persiapan matang, mulai dari instalasi hingga proses sinkronisasi untuk memastikan komputer server dan seluruh komputer klien yang digunakan murid siap beroperasi sesuai dengan petunjuk teknis dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikdasmen.

Satu hal yang paling membedakan OSNK tahun ini adalah sistem pengawasannya yang berlapis. Selain kehadiran pengawas fisik, panitia pusat juga melakukan pengawasan digital via live streaming YouTube. Seluruh proses ujian dari awal hingga akhir direkam tanpa jeda dan disiarkan secara langsung. Tautan (link) streaming tersebut kemudian dikirimkan ke pusat dan tidak boleh dihapus sampai mendapatkan izin resmi dari Puspresnas.

Pada saat uji coba berlangsung, panitia sempat menemui kendala minor akibat naik-turunnya sinyal internet yang memengaruhi kelancaran live streaming. Namun, berkat kesiapan mitigasi panitia, kendala tersebut dapat diatasi dengan cepat tanpa mengganggu jalannya simulasi.

Evaluasi dari simulasi Mei ini akan menjadi modal berharga untuk melangkah ke tahap berikutnya. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Gladi Resik, yang dilaksanakan pada 2 Juni 2026. Proses sinkronisasi sistem semi daring untuk pelaksanaan gladi ini dieksekusi pada hari yang sama, mulai pukul 08.00 WIB. Berbeda dengan saat pelaksanaan simulasi, pada pelaksanaan gladi ini hanya dilakukan oleh panitia dan tidak melibatkan murid. Hal ini dikarenakan para murid dinilai telah memahami pola aplikasi dengan sangat baik saat simulasi di bulan Mei.

Pihak sekolah secara tegas menekankan kepada seluruh peserta bahwa mereka adalah representasi wajah sekolah yang membawa tanggung jawab moral yang besar. Nilai-nilai tata tertib wajib dipatuhi demi mewujudkan kompetisi yang sehat dan adil. Juara sejati tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga dalam karakter, karena prestasi yang diraih dengan jujur akan dikenang jauh lebih lama daripada sebuah medali.

 

[5 Juni 2026]

HARMONI TEKNOLOGI DAN INTEGRITAS: POTRET PELAKSANAAN SAS GENAP DI SMAS KRISTEN HARAPAN

Suasana ruang kelas SMAS Kristen Harapan nampak berbeda. Melalui kaca jendela ruang-ruang kelas, terlihat pemandangan yang seragam: ratusan pasang mata menatap lekat layar gawai masing-masing, sementara jemari mereka bergerak ritmis menyapu layar.

Pemandangan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung sejak Senin, 18 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026. Sumatif akhir tahun ini diikuti oleh murid kelas X dan XI. Sebelumnya, panitia pelaksana telah melakukan berbagai persiapan mulai dari verifikasi kesiapan perangkat murid hingga penyusunan jadwal yang diatur dengan baik demi meminimalkan celah kendala teknis.

Pada pelaksanaan SAS Genap kali ini, SMAS Kristen Harapan masih mempertahankan model ujian digital memanfaatkan platform Google Forms. Penggunaan media ini di satu sisi memberikan efisiensi tinggi dalam distribusi soal dan perekaman data jawaban secara instan. Namun, di sisi lain, potensi celah kecurangan digital tetap menjadi perhatian utama sekolah.

Menyikapi hal tersebut, baik jajaran panitia maupun kepala sekolah memberikan penekanan pada sistem pengawasan yang ketat. Sekolah tidak ingin digitalisasi mengikis nilai kejujuran. Imbasnya, setiap ruang ujian dijaga oleh 1 hingga 2 orang guru pengawas yang bergerak aktif mengitari ruangan.

Para pengawas ini melakukan tugasnya secara objektif dan jeli; memastikan tidak ada jendela peramban (tab) lain yang terbuka di gawai murid, serta memastikan bahwa apa yang tertuang di layar benar-benar hasil buah pemikiran mandiri murid, bukan hasil dari pencarian instan di internet.

Pemberitahuan hasil SAS tidak serta-merta menghentikan aktivitas akademik pasca pelaksanaan SAS (22/5). Bagi SMAS Kristen Harapan, nilai angka di atas layar Google Forms merupakan indikator awal. Esensi pendidikan yang sebenarnya terletak pada bagaimana sekolah mengawal ketuntasan belajar setiap individu murid.

Sebagai langkah tindak lanjut yang konkret, sekolah menjadwalkan agenda Remedial dan Pengayaan pada tanggal 25, 26, dan 29 Mei, serta dilanjutkan kembali pada pekan berikutnya dari tanggal 2 hingga 5 Juni 2026.

Melalui pembagian waktu ini, para murid yang belum mencapai batas ketuntasan minimum akan dipandu lewat sesi remedial untuk menambal kekurangan pemahaman mereka. Sementara itu, secara paralel, para murid yang telah melampaui target belajar akan diberikan materi pengayaan guna memperluas cakrawala berpikir mereka.

Langkah maraton yang konsisten ini membuktikan bahwa di SMAS Kristen Harapan, ujian akhir bukan sekadar cara untuk mengisi kolom nilai di rapor, melainkan sebuah proses evaluasi yang manusiawi agar murid dapat memahami setiap materi pelajaran dengan baik.

 

[5 Juni 2026]

HARI BELAJAR GURU: SMAS KRISTEN HARAPAN BAHAS RAPOR PENDIDIKAN DAN ANALISIS HASIL TKA

Mengisi agenda Hari Belajar Guru, jajaran guru SMAS Kristen Harapan membedah arah mutu sekolah pada Jumat, 5 Juni 2026. Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda yaitu: Sosialisasi Rapor Mutu Pendidikan dan Analisis Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMAS Kristen Harapan.

Saat membuka kegiatan, Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., memberikan penegasan mengenai urgensi refleksi berbasis data ini. Beliau menyampaikan bahwa analisis rapor pendidikan dan TKA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kompas strategis untuk mempersiapkan performa murid di jenjang selanjutnya.

Pemaparan rapor pendidikan disampaikan langsung oleh Waka Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Berdasarkan data komprehensif yang dirilis, SMAS Kristen Harapan mencatatkan prestasi membanggakan dengan Kategori Hijau (Baik) pada seluruh indikator meliputi: Kemampuan Literasi Murid, Kemampuan Numerasi Murid, Karakter Murid, Kondisi Kebinekaan Sekolah, Kondisi Keamanan Sekolah, serta Kualitas Pembelajaran.

Meski terdapat beberapa indikator yang mengalami fluktuasi penurunan tipis, hal tersebut dinilai tidak terlalu signifikan. Manajemen sekolah pun langsung memasang target mitigasi agar tren penurunan tidak terulang di tahun mendatang. Secara komparatif, capaian rapor mutu SMAS Kristen Harapan berada di atas rata-rata rapor pendidikan Provinsi Bali dan rata-rata nasional. Dari seluruh capaian tersebut, capaian tertinggi berada pada indikator kemampuan numerasi murid.

Usai membahas rapor pendidikan, Waka Kurikulum mengajak para guru beralih membedah hasil TKA murid tahun 2025. Sesi ini dirancang sebagai langkah persiapan taktis menghadapi TKA tahun 2026.

Dalam bedah tersebut, Waka Kurikulum memetakan capaian kompetensi yang telah diraih pada beberapa mata pelajaran disesuaikan dengan standar Capaian Kompetensi Sekolah. Guru-guru diajak melihat bagian-bagian mana saja yang telah solid dan bagian mana yang memerlukan intervensi khusus.

Meskipun beberapa indikator mata pelajaran sudah berada di atas rata-rata provinsi maupun rata-rata nasional, sekolah tidak menampik adanya beberapa indikator yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Atas temuan tersebut, Waka Kurikulum mengajak para guru pengampu untuk bergerak mempelajari struktur contoh soal sesuai dengan panduan resmi TKA yang berlaku.

Agenda Hari Guru Belajar hari itu akhirnya ditutup dengan sebuah refleksi sekaligus Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi seluruh guru. Mengingat materi TKA sejatinya merupakan akumulasi kompetensi yang dibangun sejak awal masuk SMA, maka implementasi, pengondisian soal, dan pola pembelajaran berbasis standar TKA hendaknya diintegrasikan secara berjenjang mulai dari kelas X hingga kelas XII. Dengan komitmen kolektif ini, SMAS Kristen Harapan berupaya menyongsong musim ujian kompetensi berikutnya dengan kesiapan yang lebih matang.

 

 

[11 Juni 2026]

BERGERAK SERENTAK, GURU SMAS KRISTEN HARAPAN PERBARUI ARAH PEMBELAJARAN LEWAT WORKSHOP KURIKULUM

Suasana di dalam ruang guru SMAS Kristen Harapan mendadak hening dan khidmat tepat pukul 08.00 Wita, Kamis, 11 Juni 2026. Alunan doa dan pujian mengalir syahdu dalam ibadah singkat yang dipimpin oleh Ibu Pastini Faomasi Hulu, S.Pd.K., mengawali sebuah kegiatan akademis penting di penghujung tahun ajaran.

Hari itu, guru-guru berkumpul bukan untuk membahas nilai ujian, melainkan untuk membedah, meremajakan, dan merancang ulang arah kemudi pendidikan sekolah melalui Workshop Review Kurikulum.

Usai ibadah, Kepala SMAS Kristen Harapan memberikan sapaan hangat serta memberikan penegasan kuat bahwa agenda tahunan ini bukanlah ritual formalitas di atas kertas semata. Workshop ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau pemenuhan dokumen administratif, namun sebuah momentum untuk merefleksikan, mengevaluasi, dan memperbarui strategi untuk pembelajaran di tahun ajaran berikutnya.

Geliat workshop semakin menarik saat memasuki agenda sambutan sekaligus pembukaan resmi oleh Pengawas Sekolah, Ibu Ni Wayan Ekayanti, S.Pd., M.Si. Karena momentum ini merupakan kali pertama beliau bertatap muka langsung dengan seluruh jajaran guru SMAS Kristen Harapan, Ibu Ekayanti memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri dengan hangat, mencairkan suasana ruang guru menjadi lebih akrab dan dialogis.

Usai membuka acara, Ibu Ekayanti langsung tancap gas memaparkan materi pertama mengenai Review Kurikulum. Beliau mengupas tuntas urgensi kurikulum sebagai jantung dari satuan pendidikan, sebelum membedah secara detail anatomi struktur Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP).

Satu poin paling menarik dalam sesi ini adalah pembahasan mengenai penyesuaian visi sekolah, sesuai dengan hasil workshop di provinsi serta sesuai dengan arahan Bapak Kadisdikpora Prov. Bali. Ibu Ekayanti menyampaikan agar sekolah menyelaraskan visi sekolah terhadap visi besar Provinsi Bali, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam mewujudkan jalan peradaban menuju Bali Era Baru.

Memasuki materi kedua, fokus perhatian bergeser pada kesiapan guru dalam meramu Perangkat Ajar. Ibu Ekayanti mengingatkan bahwa guru masa kini tidak boleh gagap teknologi. Secara spesifik, beliau menginstruksikan agar seluruh guru menyiapkan perangkat ajar yang terintegrasi langsung dengan Papan Interaktif Digital (PID). Penekanan ini sangat relevan mengingat SMAS Kristen Harapan mendapatkan bantuan perangkat teknologi mutakhir tersebut untuk menunjang digitalisasi sekolah.

Materi dari pengawas kemudian ditutup dengan sesi ketiga, yakni pendampingan Sistem Penjaminan Mutu Internal/Pendidikan (SPMI/SPMP) yang disandarkan pada pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Menjelang siang, arah kebijakan sekolah diperkuat oleh paparan dari Kepala Bidang Pendidikan Yayasan Perguruan Kristen Harapan (YPKH), Ibu Ni Made Wirasmini, M.Pd. Beliau menyampaikan bagaimana garis kebijakan strategis yayasan dikembangkan serta memaparkan bahwa program di bawah naungan YPKH berjalan beriringan dan selaras dengan program-program prioritas pemerintah, demi menjaga relevansi institusi di tengah kompetisi global.

Ujian sesungguhnya bagi para guru dimulai seusai makan siang. Ruang guru berubah menjadi laboratorium kerja yang dinamis saat sesi pembuatan perangkat bahan ajar resmi dibuka. Guru ditantang untuk menuntaskan dokumen perencanaan pembelajaran mereka saat itu juga. Para guru menjawabnya dengan etos kerja luar biasa. Alih-alih mengeluh, mereka saling berdiskusi dan membuat perangkat ajar sesuai dengan yang diinstruksikan. Bukti nyata proses ini, guru meng-upload dokumen bahan ajar mereka secara mandiri ke tautan drive yang disediakan bidang kurikulum.

Sebelum penutupan workshop, Ibu Ni Nyoman Agata Sofianingrum  H., S.Pd., guru bidang studi Matematika, maju sebagai perwakilan untuk mempresentasikan perangkat ajar hasil buatannya. Beliau menunjukkan dan memaparkan materi Konsep Polinomial yang telah diintegrasikan dengan STEM dan penggunaan PID (Papan Interaktif Digital). Presentasi apik ini langsung mendapatkan penguatan, serta umpan balik positif dari Ibu Ekayanti selaku pengawas sekolah.

Workshop dari pagi sampai dengan sore hari itu berjalan dengan baik dan lancar dan telah menghasilkan perangkat ajar. Workshop ditutup oleh Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., dengan pesan penguatan agar guru dapat mengimplementasikan apa yang telah didapatkan pada sesi workshop hari itu. Workshop produktif tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama di depan lobby Yayasan Perguruan Kristen Harapan. Melalui workshop ini, membuktikan bahwa SMAS Kristen Harapan siap menyongsong tahun ajaran baru, TA 2026/2027.

 

[12 Juni 2026]

RAPOR SEMESTER GENAP: EVALUASI DAN REFLEKSI MENYAMBUT TAHUN AJARAN BARU

Atmosfer di koridor dan ruang-ruang kelas SMAS Kristen Harapan tampak berbeda dari biasanya pada Jumat pagi, 12 Juni 2026. Tidak ada lagi tumpukan buku teks di atas meja atau riuh diskusi kelompok mata pelajaran. Sebagai gantinya, ketegangan yang bercampur dengan rasa penasaran menyelimuti wajah-wajah para murid. Hari itu adalah momen penting yang paling ditunggu: pembagian laporan hasil belajar atau Rapor Semester 2 (Genap) Tahun Ajaran 2025/2026. Penerimaan rapor kali ini berlangsung tertib di ruang kelas masing-masing. Sebagian besar rapor diambil secara langsung oleh murid, namun ada juga yang didampingi oleh orang tua.

Sebelum lembaran-lembaran rapor tersebut sah berpindah ke tangan murid, dapur manajemen sekolah telah terlebih dahulu merampungkan proses verifikasi dengan menggelar Rapat Pleno Kenaikan Kelas pada Rabu, 10 Juni 2026. Agenda ini dihadiri oleh seluruh jajaran guru dan tenaga kependidikan. Di dalam ruang rapat, setiap nilai, catatan kedisiplinan, hingga kehadiran murid dibedah secara objektif, berlandaskan pada aturan dan regulasi yang berlaku.

Pada hari-H pembagian rapor, Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd.,  menekankan agar setiap wali kelas mampu mengomunikasikan hasil belajar murid dengan cara yang baik, bijak, dan solutif. Rapor tidak boleh dipandang sekadar sebagai deretan angka mati atau alat penghakiman kemampuan akademis anak. Lebih dari itu, laporan ini harus diposisikan sebagai instrumen evaluasi yang hidup.

Ketika pintu-pintu kelas dibuka dan proses penyerahan dimulai, dinamika emosi murid langsung mencuat ke permukaan. Ruang kelas menjadi saksi bisu dari ragam rasa yang campur aduk. Ada debaran jantung yang berpacu cepat (deg-degan) saat nama mereka dipanggil oleh wali kelas.

Bagi mereka yang mendapati angka-angka di rapornya sesuai dengan target, rona bahagia dan helaan napas lega tak dapat disembunyikan. Namun, bagi beberapa murid yang merasa hasilnya belum maksimal, muncul rasa jengah dan evaluasi diri. Menariknya, suasana tidak berujung pada kesedihan. Rasa jengah tersebut justru bergeser menjadi energi positif dan komitmen baru. Mereka bertekad untuk memompa kembali semangat belajar dan memperbaiki strategi belajar demi meningkatkan nilai di tahun berikutnya.

Pintu-pintu kelas perlahan ditutup, menandai berakhirnya dinamika belajar di tahun ajaran ini. Selamat atas kenaikan kelas yang diraih; baik bagi murid kelas X yang kini siap bertransisi ke kelas XI untuk mulai fokus pada pilihan peminatannya, maupun murid kelas XI yang kini sah menjadi angkatan paling senior di kelas XII. Rapor hari ini adalah modal berharga kalian untuk menapaki tangga pendidikan yang lebih tinggi. Sampai jumpa di semester baru dengan semangat, komitmen, dan mimpi-mimpi baru yang siap diwujudkan bersama SMAS Kristen Harapan!