MENGENAL SEKOLAH, MEMAHAMI POTENSI: PERTEMUAN ORANG TUA/WALI MURID KELAS X SMAS KRISTEN HARAPAN
Memasuki tahun ajaran 2026/2027, SMAS Kristen Harapan mengadakan komunikasi dengan orang tua/wali murid kelas X melalui pertemuan bersama yang digelar di Aula Yayasan Perguruan Kristen Harapan, Rabu 19 Agustus 2026. Pertemuan ini menjadi ruang untuk membangun komunikasi sejak awal sekaligus menyatukan pemahaman antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi perjalanan pendidikan murid.
Sejak pukul 07.30 Wita, orang tua/wali murid mulai berdatangan untuk melakukan registrasi. Wali kelas masing-masing menyambut dan mendampingi proses registrasi tersebut. Sekitar pukul 08.20 Wita, acara dimulai dengan pembukaan oleh MC (Ibu Pastini Faomasi Hulu, S.Pd.K), dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa pembuka yang dipimpin oleh Ibu Ria Mulya Putri Purba, S.Si. Teol.
Kepala SMAS Kristen Harapan, Ibu I Gusti Ayu Oka Citariani, M.Pd., kemudian menyampaikan sapaan sekaligus menyambut kehadiran para orang tua. Pada kesempatan tersebut, kepala sekolah memperkenalkan jajaran staf pimpinan, wali kelas, serta guru BK yang akan turut mendampingi murid selama menjalani proses pendidikan di kelas X.
Agenda berikutnya, Waka Kesiswaan, Bapak I Putu Daniel Widhyadi S., S.Pd., menyampaikan tata tertib sekolah. Informasi ini menjadi bagian penting bagi orang tua untuk memahami berbagai aturan dan budaya yang diterapkan di sekolah, sehingga pembinaan murid dapat berjalan searah antara sekolah dan keluarga.
Selanjutnya, Waka Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., menyampaikan informasi akademik yang meliputi visi dan misi sekolah, kalender akademik, struktur kurikulum, peminatan atau penjurusan, budaya sekolah, serta program sekolah. Penjelasan tersebut memberikan gambaran kepada orang tua mengenai proses pendidikan yang akan dijalani murid selama berada di SMAS Kristen Harapan.
Salah satu sesi yang mendapat perhatian orang tua adalah pemaparan hasil tes psikologi oleh Bapak Yohanes Bambang bersama tim. Sebelumnya, murid kelas X telah mengikuti tes psikologi yang mencakup aspek IQ, gaya belajar, serta peminatan sebagai salah satu bahan pertimbangan untuk menentukan arah pendidikan pada jenjang berikutnya.
Pemaparan hasil psikotes tidak dimaksudkan sekadar untuk melihat angka atau kategori kemampuan murid. Informasi tersebut perlu dibaca secara utuh agar orang tua dan sekolah dapat mengenali potensi, gaya belajar, serta kecenderungan minat murid dan kemudian memberikan pendampingan yang sesuai.
Sesi tanya jawab berlangsung cukup terbuka. Salah satu masukan yang disampaikan orang tua berkaitan dengan pembatasan penggunaan telepon seluler dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Masukan tersebut menjadi bagian dari komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua dalam mencari langkah terbaik untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif. Pertemuan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ibu Gloria Astari Prasetya, S.Psi.
Pertemuan ini, selain merupakan agenda awal tahun ajaran, juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lingkungan sekolah kepada orang tua, menyampaikan aturan dan arah akademik secara terbuka, sekaligus membantu keluarga memahami hasil psikotes murid. Dengan pemahaman yang sama sejak awal, sekolah dan orang tua diharapkan dapat berjalan bersama dalam mendampingi murid mengenali potensinya, mengembangkan kemampuannya, dan menentukan langkah masa depan dengan lebih percaya diri.




