post-image

Berawal dari Spontanitas, Wahyu Santika Tembus 15 Besar High School Ambassador Bali

Sebuah pencapaian membanggakan kembali diukir oleh siswa SMAS Kristen Harapan Denpasar. I Gusti Ngurah Wahyu Santika Putra berhasil menembus jajaran 15 besar finalis ajang High School Ambassador tingkat Provinsi Bali 2026. Pencapaian ini terasa begitu istimewa mengingat ajang tersebut merupakan pengalaman perdana bagi Wahyu di dunia Duta maupun Jegeg Bagus.

Keikutsertaan Wahyu dalam ajang ini bermula dari hal yang tak terduga. Bermula dari ketidaksengajaannya melihat unggahan informasi pendaftaran di For You Page (FYP) media sosial, ia tergerak untuk mendaftar secara spontan padahal saat itu waktu pendaftaran hanya tersisa dua hari lagi. “Awalnya cuma iseng ingin mencari pengalaman sebagai duta tingkat provinsi sebelum masuk kuliah. Bermodalkan pengalaman berorganisasi, saya memberanikan diri mendaftar meski sempat ragu,” ujar Wahyu.

Keberanian Wahyu diuji saat harus bersaing ketat dengan 101 peserta dari SMA, SMK, dan MA se-Provinsi Bali. Di SMAS Kristen Harapan Denpasar sendiri, Wahyu menjadi satu-satunya perwakilan sekolah yang bertarung di ajang tersebut. Meski mayoritas pesaingnya sudah memiliki jam terbang tinggi di ajang Jegeg Bagus atau pemilihan duta sebelumnya, Wahyu tidak minder dan tetap memberikan kemampuan terbaiknya.

Rangkaian kegiatan High School Ambassador Bali sendiri berlangsung sejak pertengahan Agustus hingga September 2026. Para peserta melewati lima hari pra-karantina di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar yang diisi dengan tradisi matur piuning di Pura Jagatnatha, make-up class, pembekalan catwalk, hingga latihan opening dance.  Memasuki H-1 Grand Final pada 22 Agustus 2026, seluruh finalis menjalani karantina intensif di Hotel Puri Nusa Indah, Kesiman, untuk menerima pembekalan materi pamungkas.

Menjalani seluruh rangkaian tersebut menghadirkan dinamika emosi tersendiri bagi Wahyu, mulai dari rasa takut, khawatir, hingga semangat yang terus meletup. Namun, seluruh proses berat itu terbayar tuntas saat namanya diumumkan masuk dalam 15 besar dan dinobatkan sebagai Duta Pendidikan tingkat Provinsi Bali.  “Salah satu momen paling berkesan bagi saya adalah saat dipercaya menjadi bagian dari Duta Pendidikan Provinsi Bali. Ini menjadi bukti bahwa berani mencoba itu sangat penting,” ungkapnya bangga.

Di akhir sesi wawancara, Wahyu membagikan pesan inspiratif bagi rekan-rekan pelajar lainnya agar tidak ragu keluar dari zona nyaman. Menurutnya, kunci utama dalam sebuah kompetisi adalah keberanian untuk mengambil langkah pertama.  “Apa pun kompetisinya, gas aja! Jangan pernah mundur. Menang atau kalah itu urusan belakang. Hal terpenting adalah keberanian untuk mencoba, mendapatkan pengalaman baru, dan membuktikan potensi diri,” tutup Wahyu penuh semangat.

Penulis Jusuf, Chantika, Tyanantha