post-image

Delegasi SMA Kristen Harapan Berjaya di Ajang ELCCO Fakultas Teknik Unud 2026

Kabar membanggakan kembali datang melalui prestasi akademik siswa SMAS Kristen Harapan. Pada Minggu 12 April 2026, Hope Logic perwakilan dari SMASK Harapan berhasil meraih juara 3 dalam ajang bergengsi ELCCO 2026 (Electric and Computer Competition) yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik Universitas Udayana. Hal ini tak terlepas dari tangan dingin Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. dan Ni Made Dewi Astuti, S.Si. sebagai pembina dan pendamping lomba.

Tim yang terdiri dari I Made Bayu Sutha Adnyana (XI MIPA 5), Nyoman Kristian Bara Cahyadi (XI MIPA 5), dan William Susanto Kho (XI MIPA 6) sukses melewati berbagai tahapan lomba yang menguji ketangkasan dan pengetahuan di bidang teknologi komputer.

Meski materi yang dilombakan tergolong kompleks, 2 tim SMAS Kristen Harapan yaitu Hope Team dan Hope LOGIC ini mengaku bahwa landasan dasar yang didapat di sekolah sangat membantu. “Beberapa materi dasar seperti hardware, perangkat input, proses, dan output sudah pernah diajarkan. Namun, sebagian besar materi lomba merupakan hal baru yang kami pelajari sembari mengikuti jalannya kompetisi” ujar Bayu (XI MIPA 5) yang merupakan salah satu anggota tim Hope Logic..

Persiapan dilakukan secara intensif dengan jadwal pembinaan 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Dalam sesi tersebut, mereka melakukan simulasi langsung, mulai dari tanya jawab soal hingga melatih kecepatan menekan bel yang merupakan sebuah aspek krusial dalam lomba cerdas cermat.

Perjalanan tim SMAS Kristen Harapan dalam ELCCO tahun ini tergolong cukup mulus. Keberhasilan mereka tidak lepas dari strategi teknis yang disiapkan jauh-jauh hari berdasarkan sesi wawancara, di antaranya:

  1. Kecepatan mengetik dengan berlatih melalui situs typer.io untuk memastikan efisiensi waktu.
  2. Simulasi bel yang melatih refleks agar unggul dalam sesi cepat tepat.
  3. Logika pemrograman dimana siswa mencoba memprediksi soal koding dan mempraktikkan pembuatan program secara langsung.

“Kami menyiapkan banyak strategi cadangan, tapi semua lancar, sebagian besar strategi tersebut  tidak digunakan” tambah Kristian.

Dibalik kesuksesan tersebut, terdapat juga tantangan terbesar yang dirasakan adalah membagi fokus. Sebagai siswa kelas XI, mereka harus paham menyeimbangkan waktu antara pendalaman materi lomba yang padat dengan kewajiban mengerjakan tugas-tugas sekolah. Namun, dedikasi yang tinggi terbukti mampu membawa mereka meraih hasil positif tanpa hambatan berarti.

Prestasi yang berhasil diraih ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMAS Kristen Harapan, khususnya para anggota komunitas jurnalistik dan peminat teknologi, untuk terus mengeksplorasi kemampuan di luar batas materi kelas.

Penulis : Stevani, Desak, Reisha