ECOCARDS: INOVASI KERTAS TANAM BERBASIS WEB, SABET GOLD MEDAL GSIC 2026
Di balik gedung Balai Diklat Industri Denpasar yang tenang, sedang berlangsung 2 agenda internasional pada 17-19 April 2026, yaitu BYIRE 2026 dan The 2nd Global Sustainability Innovation Competition (GSIC) 2026. Tim KIR Harapan mengikuti event GSIC, dengan tim yang terdiri dari: Agatha Emmanuella Santoso, Ni Kadek Tara Aisvarya, Putu Aurellia Ayura Karna, dan Made Nala Jeconia Kemenuh dan sukses mendapatkan Gold Medal.
Keberhasilan ini tidak lepas dari bimbingan intensif dari Pembina KIR Harapan yaitu Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Sebagai guru pembimbing, beliau tidak hanya memberikan arahan teknis terkait keilmuan di bidang lingkungan dan informatika, tetapi juga memberikan motivasi dan memberikan semangat berkompetisi pada tim.
Membawa karya bertajuk “EcoCARDS: Physical Characteristic Analysis of Plantable Paper and the Feasibility of a Web-Based Educational Instrument”, tim ini melakukan inovasi, mengembangkan kertas tanam berbahan kertas bekas dan limbah bunga canang. Ini merupakan pengembangan dari inovasi sebelumnya dengan menciptakan kertas yang bisa ditanam (plantable paper) yang diintegrasikan dengan platform web edukatif.
Inovasi ini juga mencatatkan prestasi di ranah hukum dengan mengantongi dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari DJKI, yakni sebagai alat peraga dan sebagai program komputer (web). Keberadaan HKI menegaskan bahwa EcoCARDS merupakan karya orisinal dan komitmen dari KIR Harapan untuk mendaftarkan karya agar mendapatkan pengakuan HKI.
Jumat, 17 April 2026, menjadi hari yang penuh ketegangan. Meski telah berlatih presentasi dan menyiapkan booth pameran dengan baik, rasa gugup tetap muncul. Ada perasaan deg-degan, apakah bisa menyampaikan inovasi dengan baik, apakah bisa menjawab pertanyaan juri dengan baik. Namun, berkat latihan yang telah dilakukan sebelumnya bersama Ibu Yuli, mereka mampu melewati sesi presentasi dan tanya jawab dengan baik.
Pada sesi awarding di siang hari, 19 April 2026, kecemasan sempat berubah menjadi kegalauan saat nama tim mereka tak kunjung disebut. Namun, suasana seketika berubah saat pembawa acara mengumumkan bahwa judul penelitian mereka mendapatkan Gold Medal. Perasaan bangga membuncah, mereka melangkah ke atas panggung dengan senyum lalu membentangkan bendera Merah Putih saat menerima penghargaan.
Keberhasilan Agatha, Tara, Aurellia, dan Nala merupakan bukti komitmen SMAS Kristen Harapan dalam memberikan kesempatan dan dukungan bagi murid untuk berkompetisi. Dukungan penuh dari sekolah dan dedikasi pembimbing seperti Ibu Yuli menjadi kunci dalam mengubah ide menjadi prestasi.





