HADIRI WORKSHOP SE-BALI, SMAS KRISTEN HARAPAN SIAP MATANGKAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN 2026
Dalam upaya menyelaraskan arah kebijakan pendidikan nasional dengan dinamika lokal, Waka Kurikulum SMAS Kristen Harapan, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., turut mengikuti kegiatan Workshop Kurikulum dan Pembelajaran 2026 Provinsi Bali, bertempat di Aula Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali, berlangsung selama dua hari dari tanggal 14 - 15 April 2026. Guna menjaga efektivitas jalannya kegiatan, panitia membagi jadwal berdasarkan wilayah, di mana sekolah-sekolah di Kota Denpasar mendapatkan giliran penajaman materi pada hari kedua, Rabu, 15 April 2026.
Pada hari pertama (14/4), Kepala Dinas Dikpora Provinsi Bali, Bapak Ida Bagus Gde Wesnawa Punia, S.T., M.Si., membuka resmi kegiatan sementara pada hari kedua (15/4), Kepala Bidang Pengembangan SMA, Ibu Anak Agung Istri Vera Laksmi Dewi, S.E., M.M., yang menyampaikan sambutan Bapak Kadisdikpora Prov. Bali sekaligus membuka acara.
Workshop disampaikan oleh para pakar di bidangnya, yaitu Bapak Dr. Ir. I Ketut Suarnaya, M.Pd. serta Ibu Ni Ketut Irma Parwati, S.E., M.Pd. (Widyaprada BPMP Provinsi Bali), serta Tim Pengembang Kurikulum Nasional, Bapak I Putu Sudibawa, S.Pd., M.Pd.
Beberapa poin-poin dalam kegiatan workshop tersebut seperti: (1) Program Prioritas Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2026, yang meliputi: Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi Sekolah, Digitalisasi Pembelajaran, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Makan Bergizi Gratis, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, TKA, Budaya Sekolah Aman dan Nyaman; (2) Dari digitalisasi pendidikan, digitalisasi dinilai bukan lagi sekadar pelengkap visual, melainkan motor penggerak utama untuk memicu deep learning (pembelajaran mendalam) dan pengenalan coding pada jenjang menengah atas; (3) Urgensi pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Pendekatan integratif ini dipandang sebagai solusi untuk menghasilkan murid yang tidak hanya fasih menghafal konsep di atas kertas, tetapi juga taktis menerapkannya dalam memecahkan problem nyata di kehidupan sehari-hari.
Workshop juga memprioritaskan terkait SDM Bali Unggul yang akan diterapkan pada Tahun Ajaran 2025/2026 yang diimplementasikan pada mata pelajaran Muatan Lokal. Jika sebelumnya Muatan Lokal yang diajarkan adalah Bahasa Daerah Bali, maka untuk Tahun Ajaran 2026/2027, Muatan Lokal dibagi menjadi 2 yaitu Bahasa Daerah Bali bagi murid kelas X dan XI, dan Kearifan Lokal bagi murid kelas XII, yang akan diajarkan oleh Guru Bahasa Bali. Disamping itu, diharapkan penerapan berbasis STEM dilaksanakan juga pada TA 2026/2027, baik secara intrakurikuler, kokurikuler, atau ekstrakurikuler; menyesuaikan dengan kondisi sekolah.
Menariknya, workshop ini tidak hanya berkutat pada urusan pelajaran. Menyadari tingginya kerentanan generasi muda terhadap kejahatan siber, panitia menggandeng Kantor OJK Provinsi Bali untuk memberikan materi "Edukasi Penanganan Aktivitas Keuangan Ilegal: Sinergi untuk Melindungi" yang dibawakan langsung oleh Asisten Manajer Divisi Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Provinsi Bali. Melalui materi perlindungan konsumen ini, waka kurikulum yang hadir diharapkan mampu meneruskan rambu-rambu waspada keuangan ilegal ke lingkungan sekolah, guna memproteksi para guru dan murid dari jebakan investasi bodong bermodus digital.
Dengan keikutsertaan Waka Kurikulum dalam workshop ini, maka materi yang didapatkan akan segera disosialisasikan dan diadaptasi ke dalam program pembelajaran untuk persiapan di Tahun Ajaran 2026/2027.





