HARI BELAJAR GURU: SMAS KRISTEN HARAPAN BAHAS RAPOR PENDIDIKAN DAN ANALISIS HASIL TKA
Mengisi agenda Hari Belajar Guru, jajaran guru SMAS Kristen Harapan membedah arah mutu sekolah pada Jumat, 5 Juni 2026. Pertemuan ini difokuskan pada dua agenda yaitu: Sosialisasi Rapor Mutu Pendidikan dan Analisis Hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) SMAS Kristen Harapan.
Saat membuka kegiatan, Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., memberikan penegasan mengenai urgensi refleksi berbasis data ini. Beliau menyampaikan bahwa analisis rapor pendidikan dan TKA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kompas strategis untuk mempersiapkan performa murid di jenjang selanjutnya.
Pemaparan rapor pendidikan disampaikan langsung oleh Waka Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Berdasarkan data komprehensif yang dirilis, SMAS Kristen Harapan mencatatkan prestasi membanggakan dengan Kategori Hijau (Baik) pada seluruh indikator meliputi: Kemampuan Literasi Murid, Kemampuan Numerasi Murid, Karakter Murid, Kondisi Kebinekaan Sekolah, Kondisi Keamanan Sekolah, serta Kualitas Pembelajaran.
Meski terdapat beberapa indikator yang mengalami fluktuasi penurunan tipis, hal tersebut dinilai tidak terlalu signifikan. Manajemen sekolah pun langsung memasang target mitigasi agar tren penurunan tidak terulang di tahun mendatang. Secara komparatif, capaian rapor mutu SMAS Kristen Harapan berada di atas rata-rata rapor pendidikan Provinsi Bali dan rata-rata nasional. Dari seluruh capaian tersebut, capaian tertinggi berada pada indikator kemampuan numerasi murid.
Usai membahas rapor pendidikan, Waka Kurikulum mengajak para guru beralih membedah hasil TKA murid tahun 2025. Sesi ini dirancang sebagai langkah persiapan taktis menghadapi TKA tahun 2026.
Dalam bedah tersebut, Waka Kurikulum memetakan capaian kompetensi yang telah diraih pada beberapa mata pelajaran disesuaikan dengan standar Capaian Kompetensi Sekolah. Guru-guru diajak melihat bagian-bagian mana saja yang telah solid dan bagian mana yang memerlukan intervensi khusus.
Meskipun beberapa indikator mata pelajaran sudah berada di atas rata-rata provinsi maupun rata-rata nasional, sekolah tidak menampik adanya beberapa indikator yang masih berada di bawah rata-rata provinsi dan nasional. Atas temuan tersebut, Waka Kurikulum mengajak para guru pengampu untuk bergerak mempelajari struktur contoh soal sesuai dengan panduan resmi TKA yang berlaku.
Agenda Hari Guru Belajar hari itu akhirnya ditutup dengan sebuah refleksi sekaligus Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi seluruh guru. Mengingat materi TKA sejatinya merupakan akumulasi kompetensi yang dibangun sejak awal masuk SMA, maka implementasi, pengondisian soal, dan pola pembelajaran berbasis standar TKA hendaknya diintegrasikan secara berjenjang mulai dari kelas X hingga kelas XII. Dengan komitmen kolektif ini, SMAS Kristen Harapan berupaya menyongsong musim ujian kompetensi berikutnya dengan kesiapan yang lebih matang.





