post-image

HARMONI TEKNOLOGI DAN INTEGRITAS: POTRET PELAKSANAAN SAS GENAP DI SMAS KRISTEN HARAPAN

Suasana ruang kelas SMAS Kristen Harapan nampak berbeda. Melalui kaca jendela ruang-ruang kelas, terlihat pemandangan yang seragam: ratusan pasang mata menatap lekat layar gawai masing-masing, sementara jemari mereka bergerak ritmis menyapu layar.

Pemandangan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan Sumatif Akhir Semester (SAS) Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang berlangsung sejak Senin, 18 Mei hingga Jumat, 22 Mei 2026. Sumatif akhir tahun ini diikuti oleh murid kelas X dan XI. Sebelumnya, panitia pelaksana telah melakukan berbagai persiapan mulai dari verifikasi kesiapan perangkat murid hingga penyusunan jadwal yang diatur dengan baik demi meminimalkan celah kendala teknis.

Pada pelaksanaan SAS Genap kali ini, SMAS Kristen Harapan masih mempertahankan model ujian digital memanfaatkan platform Google Forms. Penggunaan media ini di satu sisi memberikan efisiensi tinggi dalam distribusi soal dan perekaman data jawaban secara instan. Namun, di sisi lain, potensi celah kecurangan digital tetap menjadi perhatian utama sekolah.

Menyikapi hal tersebut, baik jajaran panitia maupun kepala sekolah memberikan penekanan pada sistem pengawasan yang ketat. Sekolah tidak ingin digitalisasi mengikis nilai kejujuran. Imbasnya, setiap ruang ujian dijaga oleh 1 hingga 2 orang guru pengawas yang bergerak aktif mengitari ruangan.

Para pengawas ini melakukan tugasnya secara objektif dan jeli; memastikan tidak ada jendela peramban (tab) lain yang terbuka di gawai murid, serta memastikan bahwa apa yang tertuang di layar benar-benar hasil buah pemikiran mandiri murid, bukan hasil dari pencarian instan di internet.

Pemberitahuan hasil SAS tidak serta-merta menghentikan aktivitas akademik pasca pelaksanaan SAS (22/5). Bagi SMAS Kristen Harapan, nilai angka di atas layar Google Forms merupakan indikator awal. Esensi pendidikan yang sebenarnya terletak pada bagaimana sekolah mengawal ketuntasan belajar setiap individu murid.

Sebagai langkah tindak lanjut yang konkret, sekolah menjadwalkan agenda Remedial dan Pengayaan pada tanggal 25, 26, dan 29 Mei, serta dilanjutkan kembali pada pekan berikutnya dari tanggal 2 hingga 5 Juni 2026.

Melalui pembagian waktu ini, para murid yang belum mencapai batas ketuntasan minimum akan dipandu lewat sesi remedial untuk menambal kekurangan pemahaman mereka. Sementara itu, secara paralel, para murid yang telah melampaui target belajar akan diberikan materi pengayaan guna memperluas cakrawala berpikir mereka.

Langkah maraton yang konsisten ini membuktikan bahwa di SMAS Kristen Harapan, ujian akhir bukan sekadar cara untuk mengisi kolom nilai di rapor, melainkan sebuah proses evaluasi yang manusiawi agar murid dapat memahami setiap materi pelajaran dengan baik.