post-image

LANGKAH PERDANA YANG MEMIKAT: SMAS KRISTEN HARAPAN UKIR PRESTASI DI FLS3N KOTA DENPASAR

Panggung Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat Kota Denpasar tahun 2026 menjadi saksi lahirnya talenta-talenta baru dari SMAS Kristen Harapan. Melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali yang dirilis pada 5 Mei 2026, dua murid sekolah ini resmi ditetapkan sebagai jawara di bidang Jurnalistik dan Komik Digital.

Meski kompetisi berlangsung secara online, dan informasi terkait pengumpulan karya di tingkat Kota Denpasar diketahui di detik-detik terakhir pengumpulan, dedikasi yang dituangkan dalam tulisan dan goresan digital berhasil membawa nama SMAS Kristen Harapan bersinar di jajaran pemenang tingkat kota.

Kejutan manis datang dari bidang Jurnalistik. Ayu Putu Vreya Ginanti Mahesvari, yang baru pertama kali mencicipi lomba FLS3N bidang jurnalistik, langsung menggebrak dengan meraih Juara 2. Di bawah bimbingan Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., Vreya menyusun sebuah tulisan feature yang mendalam dan menyentuh.

Bertajuk “MENANAM MASA DEPAN DI SELEMBAR KERTAS: JEJAK KARAKTER AGATHA DAN KREASI ECOCARDS”, Vreya berhasil memotret sisi humanis dari perjuangan Agatha, dalam mengembangkan inovasi kertas tanam. Kelincahan Vreya dalam merangkai diksi membuat pembaca seolah diajak menyelami setiap tetes keringat di balik inovasi EcoCARDS. Menjadi juara di pengalaman pertama adalah pencapaian luar biasa yang membuktikan bakat alamiahnya sebagai seorang jurnalis muda.

Tak kalah memukau, Ni Kadek Divya Nalini menunjukkan kemampuannya di bidang Komik Digital. Lewat karya berjudul “Bisikan Tanah Bengkala”, Divya berhasil meraih Juara 3. Dalam komik sepanjang 12 halaman tersebut, Divya mengangkat tema yang sangat kuat: Tari Janger Kolok dari Desa Bengkala, Buleleng.

Divya dengan apik menggambarkan bagaimana kearifan lokal masyarakat tunarungu di Desa Bengkala tetap lestari melalui gerak tari. Visual yang bercerita menjadikan karyanya bukan sekadar komik biasa, melainkan media edukasi warisan budaya yang apik dan berkelas.

Kedua murid ini melangkah di bawah arahan bimbingan yang sama, yakni Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Meskipun pada edisi kali ini keduanya belum berkesempatan mewakili Kota Denpasar di tingkat provinsi, namun pencapaian ini merupakan pencapaian yang luar biasa, apalagi ini merupakan pertama kalinya mereka mengikuti FLS3N di jenjang SMA serta mereka masih duduk di kelas X, sehingga mereka masih memiliki kesempatan di tahun depan.

"Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Bagi Vreya, ini adalah debut yang sangat manis, dan bagi Divya, karyanya telah berhasil menyentuh sisi kemanusiaan melalui apresiasi seni dan budaya," ungkap Ibu Yuli dengan bangga.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa SMAS Kristen Harapan bukan hanya tempat untuk belajar secara akademis, tetapi juga rumah bagi kreativitas yang tidak terbatas. Kegagalan melaju ke tingkat provinsi bukanlah titik henti, melainkan batu loncatan besar bagi Vreya dan Divya untuk terus berkarya dan menginspirasi di masa depan.