MENGETUK PINTU LANGIT: SIMFONI DOA LINTAS AGAMA MURID KELAS XII SMAS KRISTEN HARAPAN MENJELANG UJIAN SEKOLAH
Bertempat di Aula Yayasan Perguruan Kristen Harapan, suasana Senin siang, 6 April 2026, terasa berbeda. Ada keheningan yang syahdu dan untaian doa-doa penuh kepasrahan kepada Tuhan. Seluruh murid kelas XII berkumpul untuk menguatkan jiwa melalui Doa Bersama menjelang Ujian Sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum spiritual bagi para murid untuk sejenak berhenti dari rutinitas belajar dan menyerahkan segala usaha mereka ke dalam tangan Tuhan.
Ibadah dibuka dengan sapaan hangat yang menyejukkan, disusul dengan pujian "Besar Anug'rah-Mu" yang menggema di seluruh ruangan. Suasana semakin khidmat saat lagu "Janji-Mu S'perti Fajar" dikumandangkan sebagai pengantar Firman Tuhan. Melalui renungan yang disampaikan, para murid diingatkan bahwa kecerdasan intelektual haruslah berjalan beriringan dengan ketenangan batin. Puncaknya saat lagu "Hatiku Percaya" melantun perlahan. Nada ini menjadi jembatan bagi sesi Doa Bersama yang sangat menyentuh.
SMAS Kristen Harapan menunjukkan wajah aslinya sebagai taman keberagaman. Doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan murid dari enam agama yang berbeda, didampingi oleh guru agama masing-masing. Pemandangan ini menjadi simbol persatuan yang luar biasa; meski berbeda keyakinan, mereka memiliki satu tujuan yang sama: memohon kekuatan dan kelancaran untuk menghadapi Ujian Sekolah.
Setelah rangkaian doa usai, suasana berganti menjadi lebih formal namun tetap akrab. Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd., dalam sapaannya memberikan pesan penguatan bagi para murid. Beliau mengingatkan bahwa ujian bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan ujian karakter. Murid diharapkan mampu mempersiapkan diri dengan disiplin tinggi namun tetap menjaga kesehatan mental mereka.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Ujian Sekolah sekaligus Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan Ujian Sekolah. Beliau memaparkan tata aturan dan mekanisme ujian agar setiap murid memiliki kesiapan mental dan administratif yang matang dalam mempersiapkan dan menghadapi Ujian Sekolah. Sebagai penutup yang membangkitkan rasa nasionalisme dan identitas sekolah, seluruh hadirin berdiri tegak menyanyikan lagu Mars Harapan.
Senin itu, Aula Harapan tidak hanya menjadi saksi bisu dari sebuah acara seremonial, tetapi menjadi tempat di mana rasa percaya diri murid kembali dipulihkan. Dengan bekal doa dan persiapan matang, murid kelas XII SMAS Kristen Harapan kini siap melangkah menuju meja ujian dengan tenang. Ujian adalah jembatan menuju masa depan. Kerjakan dengan jujur, berjuanglah dengan gigih, dan biarkan Tuhan yang menyempurnakan hasilnya.





