MENGINTIP KESIAPAN SMAS KRISTEN HARAPAN PADA OSNK 2026
Rabu, 26 Mei 2026, pada jam terakhir pelajaran, bertempat di salah satu ruang kelas SMAS Kristen Harapan, sebanyak 31 murid pilihan duduk berkumpul bersama panitia OSN (Olimpiade Sains Nasional) sekolah untuk mengikuti sesi sosialisasi pengarahan terkait persiapan pelaksanaan OSN-K.
Untuk tahun ini, SMAS Kristen Harapan menurunkan 31 murid terbaik yang akan bertempur dalam Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota (OSNK) 2026, dengan rincian: Matematika: 5 orang; Biologi: 5 orang; Informatika: 5 orang; Fisika: 5 orang; Kimia: 5 orang; Geografi: 3 orang; dan Ekonomi: 3 orang.
Pertemuan ini dilakukan sebagai persiapan untuk melakukan simulasi dan uji coba sistem keesokan harinya, Kamis, 7 Mei 2026, di Laboratorium Multimedia (Lab MM) Yayasan Perguruan Kristen Harapan (YPKH). Pada kesempatan tersebut, waka bidang kurikulum, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., menyampaikan hal-hal krusial yang hendaknya diperhatikan oleh peserta serta alur pelaksanaan simulasi sampai dengan alur pelaksanaan OSN-K, untuk persiapan seluruh peserta.
Seusai memberikan informasi kepada peserta, panitia lalu melakukan persiapan di LB MM, melakukan setting komputer baik komputer server maupun klien, agar proses simulasi keesokan hari berlangsung dengan baik dan lancar.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya, OSNK jenjang SMA tahun ini sepenuhnya menggunakan moda semi daring. Konsekuensinya, dapur teknis panitia sekolah harus bekerja ekstra keras sebelum simulasi dimulai. Tim telah melakukan persiapan matang, mulai dari instalasi hingga proses sinkronisasi untuk memastikan komputer server dan seluruh komputer klien yang digunakan murid siap beroperasi sesuai dengan petunjuk teknis dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemdikdasmen.
Satu hal yang paling membedakan OSNK tahun ini adalah sistem pengawasannya yang berlapis. Selain kehadiran pengawas fisik, panitia pusat juga melakukan pengawasan digital via live streaming YouTube. Seluruh proses ujian dari awal hingga akhir direkam tanpa jeda dan disiarkan secara langsung. Tautan (link) streaming tersebut kemudian dikirimkan ke pusat dan tidak boleh dihapus sampai mendapatkan izin resmi dari Puspresnas.
Pada saat uji coba berlangsung, panitia sempat menemui kendala minor akibat naik-turunnya sinyal internet yang memengaruhi kelancaran live streaming. Namun, berkat kesiapan mitigasi panitia, kendala tersebut dapat diatasi dengan cepat tanpa mengganggu jalannya simulasi.
Evaluasi dari simulasi Mei ini akan menjadi modal berharga untuk melangkah ke tahap berikutnya. Tahapan berikutnya adalah pelaksanaan Gladi Resik, yang dilaksanakan pada 2 Juni 2026. Proses sinkronisasi sistem semi daring untuk pelaksanaan gladi ini dieksekusi pada hari yang sama, mulai pukul 08.00 WIB. Berbeda dengan saat pelaksanaan simulasi, pada pelaksanaan gladi ini hanya dilakukan oleh panitia dan tidak melibatkan murid. Hal ini dikarenakan para murid dinilai telah memahami pola aplikasi dengan sangat baik saat simulasi di bulan Mei.
Pihak sekolah secara tegas menekankan kepada seluruh peserta bahwa mereka adalah representasi wajah sekolah yang membawa tanggung jawab moral yang besar. Nilai-nilai tata tertib wajib dipatuhi demi mewujudkan kompetisi yang sehat dan adil. Juara sejati tidak hanya unggul dalam sains, tetapi juga dalam karakter, karena prestasi yang diraih dengan jujur akan dikenang jauh lebih lama daripada sebuah medali.





