PERJUANGAN HINGGA DETIK TERAKHIR: TIM SMAS KRISTEN HARAPAN RAIH JUARA HARAPAN 1 DI EMC 2026
Suasana tegang dan penuh konsentrasi menyelimuti Aula Fakultas Kedokteran Universitas Udayana pada Sabtu, 9 Mei 2026. Di tengah kepungan sekolah-sekolah unggulan dari berbagai daerah, tim SMAS Kristen Harapan berhasil menunjukkan taringnya dalam ajang bergengsi Olimpiade Kegawatdaruratan Emergency Medical Competition (EMC) 2026 tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Tim Bantuan Medis (TBM) Janar Duta Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Dalam kompetisi kegawatdaruratan medis yang menguras energi dan pikiran ini, tim yang beranggotakan Agatha Emmanuella Santoso, Ida Bagus Ardha Wiswayana Pidada, dan Putu Aurellia Ayura Karna sukses mengamankan posisi sebagai Juara Harapan 1.
Perjalanan menuju panggung juara tidaklah instan. Semua dimulai pada 25 April 2026, saat tiga tim dari SMAS Kristen Harapan mengikuti babak penyisihan secara daring di bawah bimbingan Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Sebanyak sembilan ruang kelas dialokasikan sekolah untuk memastikan integritas dan ketenangan siswa saat menjawab 100 soal kedokteran dasar dan kegawatdaruratan yang sangat menantang.
Hasilnya, dua tim berhasil menembus 20 besar nasional. Tim Agatha dkk. melaju di peringkat ke-4, disusul tim Exo Wredisca dkk. di peringkat ke-11. Sayangnya, tim ketiga yang beranggotakan Karen, Metia, dan Wahyu harus terhenti di peringkat ke-21, hanya selisih satu tangga dari zona aman semifinal.
Menyadari babak semifinal dan final akan jauh lebih berat karena melibatkan praktik lapangan, TTS, hingga soal sebab-akibat, Ibu Yuli melakukan langkah strategis. Beliau menggandeng alumni KIR Harapan, dr. Luh Putu Widya Amritha Dewi, S.Ked., beserta rekan-rekannya untuk memberikan coaching klinis. Dukungan nyata dari praktisi medis ini memberikan suntikan kepercayaan diri bagi tim. Mereka dilatih secara intensif mengenai tata cara penanganan kasus kegawatdaruratan yang tepat sebelum akhirnya terjun ke medan laga di FK UNUD.
Pada hari penentuan, hanya tim Agatha yang berhasil menembus "Top 5" dan melaju ke babak final setelah menduduki peringkat ke-3 di semifinal. Di babak final, tantangan semakin kompleks: mulai dari presentasi kasus medis, jawaban papan bersama, taruhan nilai, hingga babak rebutan yang memacu adrenalin.
Di atas panggung, persaingan sangat sengit melawan SMAN 1 Bangli, SMAN 2 Semarapura, dan SMAN 1 Amlapura. Beberapa kali sebenarnya tim mengetahui jawaban dari pertanyaan yang diajukan, namun dalam babak rebutan, faktor kecepatan memencet bel juga menjadi penentu utama. Beberapa kali mereka terlambat memencet bel, saking ketatnya suasana final.
Berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh rangkaian babak, tim SMAS Kristen Harapan berhasil menduduki peringkat ke-4 atau menjadi Juara Harapan 1. Meski hanya terpaut tipis yakni 17 poin dari posisi Juara III, Agatha dan tim harus puas menempati posisi Juara Harapan 1. Adapun urutan juara EMC 2026 adalah: Juara 1: SMA Negeri 1 Bangli; Juara 2: SMA Negeri 2 Semarapura; Juara 3: SMA Negeri 1 Amlapura; Juara Harapan 1: SMAS Kristen Harapan; dan Juara Harapan 2: SMA Negeri 1 Amlapura
Ibu Yuli serta Kak Widya memberikan apresiasi mendalam atas daya juang tim. "Melihat mereka mampu melakukan praktik kegawatdaruratan serta mampu mempresentasikan berbagai kasus medis di depan juri ahli adalah sebuah kemenangan tersendiri bagi kami. Ini adalah bukti bahwa karakter dan mentalitas juara murid SMAS Kristen Harapan telah terbentuk dengan sangat baik," ujar Bu Yuli.




