post-image

PKKS DIGELAR: SMAS KRISTEN HARAPAN RAIH PREDIKAT AMAT BAIK

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di SMAS Kristen Harapan Denpasar telah dilaksanakan pada Selasa, 9 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi kinerja kepala sekolah dalam periode penilaian tahun 2025.
Sesuai dengan jadwal, SMAS Kristen Harapan mendapatkan jadwal di sesi kedua yang dijadwalkan pk. 13.00 – 17.00 Wita, dengan tim penilai terdiri dari 2 (dua) orang yaitu: Ibu Ni Wayan Deny Jiandari, S.Pd., M.Pd. dan bu Ni Nyoman Suarti, S.Pd., M.Pd. Sebelum tim penilai melakukan penilaian, maka tim mengisi dan melengkapi instrument penilaian seperti yang ada pada aplikasi asikpps.melajah.id. 
Di hari penilaian, tim mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk ruangan yang dipakai, instrument pendukung, serta tim yang akan diwawancara oleh tim penilai. Acara dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, doa, sambutan dari tim penilai yang diwakili oleh Ibu Deny, lalu dilanjutkan dengan penyampaian profil sekolah dan presentasi oleh Kepala SMAS Kristen Harapan, Bapak Drs. I Gusti Putu Karibawa, M.Pd. Turut hadir pada acara penilaian ini adalah Kepala Sekolah, para Wakil Kepala Sekolah, Guru BK, perwakilan guru, Kepala TU, Bagian Keuangan, perwakilan murid (yang diwakili oleh Shezia dan Agatha), perwakilan orang tua murid, perpustakaan, dan laboran. Kehadiran semua unsur ini mencerminkan dokumen/instrument pendukung yang diisi dan dilengkapi pada aplikasi.
Seusai kepala sekolah menyampaikan materi dan profil sekolah, dilanjutkan dengan wawancara dari tim penilai, dimana tim penilai membagi diri menjadi dua, dimana Ibu Deny fokus pada kinerja pendidik dalam mengelola pembelajaran dan kepemimpinan satuan pendidikan, sementara Ibu Suarti fokus pada iklim belajar dan hasil pembelajaran lulusan.
Wawancara pertama, Ibu Deny mewawancarai perwakilan murid. Yang menarik, Bu Deny meminta Agatha untuk memperkenalkan diri dengan menggunakan Bahasa Inggris dan Agatha dengan lancar menyampaikannya. Sementara itu untuk Shezia, Bu Deny meminta agar memperkenalkan diri dengan menggunakan Bahasa Bali. Selanjutnya Bu Deny menanyakan terkait dengan proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah termasuk terkait dengan jam kosong. Shezia dan Agatha secara bergantian menjawab pertanyaan Bu Deny dengan tenang dan sesuai dengan yang mereka alami.
Seusai mewawancarai murid, Bu Deny kemudian mewawancarai perwakilan guru, menanyakan terkait metode pembelajaran dan model pembelajaran, termasuk juga evaluasi dan refleksi. Terkait dengan refleksi, Ibu Yuli menambahkan bahwa dalam memberikan tugas, guru memberikan feedback langsung ke murid melalui Google Classroom atau disampaikan secara langsung ke murid.
Sementara itu, secara paralel dilaksanakan juga wawancara oleh Ibu Suarti dengan perwakilan orang tua murid, bagian keuangan, BK, perpustakaan, serta laboran. Wawancara berlangsung dengan suasana hangat dan tim menjawab pertanyaan sesuai dengan yang dialami.
Setelah sesi wawancara berakhir, dilanjutkan dengan refleksi oleh tim penilai. Secara bergantian Ibu Deny dan Ibu Suarti menyampaikan masukan dan saran yang konstruktif terkait dengan komponen yang dinilai agar ke depannya ditingkatkan kembali. Beberapa saran/masukan yang penting yang disampaikan diantaranya: (1) ketika jam kosong, guru tidak hanya sekedar memberikan tugas, namun memberikan studi kasus, sehingga murid menggunakan kemampuan berpikir kritis dan analitis-nya untuk menjawab/memecahkan kasus tersebut; (2) tingkatkan penggunaan laboratorium dan perpustakaan; serta (3) guru hendaknya tidak hanya memberikan feedback, namun juga memberikan feed up, dan feed forward.
Setelah refleksi dari tim penilai, dilanjutkan dengan tanggapan yang disampaikan oleh kepala sekolah dan waka bidang kurikulum. Setelah semuanya dilaksanakan, maka dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Penilaian oleh Kepala Sekolah dan Tim Penilai, lalu dilanjutkan dengan doa penutup dan foto bersama.
Setelah proses penilaian dilakukan di sekolah, tim penilai memberikan penilaian pada aplikasi asikpps.melajah.id. Hasil PKKS diumumkan pada 31 Desember 2025, dan SMAS Kristen Harapan Denpasar memperoleh Nilai Akhir 93,52 dengan predikat “Amat Baik.” Nilai tersebut merupakan rata-rata dari 4 (empat) komponen utama yaitu:
• Kinerja Pendidik dalam Mengelola Pembelajaran: 90,89
• Kepemimpinan Kepala Satuan Pendidikan: 94,17
• Iklim Lingkungan Belajar: 96,25
• Hasil Pembelajaran Lulusan dan/atau Peserta Didik: 87,50
Capaian ini menunjukkan kuatnya kepemimpinan sekolah dalam membangun iklim belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi murid.
Selain capaian positif, tim penilai juga memberikan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan asesmen formatif, peningkatan budaya refleksi, optimalisasi pembelajaran aktif, serta penguatan analisis tindak lanjut hasil belajar. Rekomendasi ini menjadi pijakan penting bagi sekolah untuk terus bertumbuh dan berinovasi.
Dengan hasil Amat Baik, SMAS Kristen Harapan Denpasar kembali menegaskan komitmennya sebagai satuan pendidikan yang adaptif, reflektif, dan berorientasi pada mutu serta masa depan murid.