post-image

SEMPAT TERTUNDA, "CIPROTECT" DARI BUAH CIPLUKAN AKHIRNYA SABET JUARA 1 DIGITAL POSTER COB

Kesabaran, kerja keras, serta penantian panjang akhirnya berbuah manis. Hal ini menggambarkan perjalanan tim KIR Harapan, Kelompok Ilmiah Remaja SMAS Kristen Harapan dalam ajang Digital Poster Competition of Biotechnology yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Biologi Universitas Dhyana Pura.

Sempat mengalami penundaan (postpone) sejak bulan Desember lalu, kabar gembira akhirnya datang saat pengumuman lima besar dirilis pada 9 April 2026. Momentum ini menjadi titik balik bagi Ni Kadek Divya Nalini, Michelle Chen, Kaliztha Aulia Azmi, dan Gede Boy Nugraha untuk membuktikan bahwa inovasi mereka layak menuju babak final yang digelar 21 April 2026.

Inovasi kali ini dengan judul: CIPROTECT: Inovasi Minuman Fermentasi Probiotik Berbasis Buah Ciplukan untuk Meningkatkan Nilai Guna Tanaman Potensial. Berangkat dari keprihatinan melihat buah ciplukan yang tumbuh liar di depan rumah salah satu anggota tim dan belum dioptimalkan, tim ini mengajukan ide kepada guru pembimbing, Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling. Dengan beberapa kali diskusi dengan Ibu Yuli, melakukan percobaan, akhirnya mereka menemukan formula CIPROTECT.

Melalui perpaduan unik antara buah ciplukan, aromatik cengkeh, dan kayu manis, mereka menerapkan metode fermentasi selama 48 jam. Hasilnya? Sebuah minuman probiotik yang tidak hanya menyegarkan, tetapi juga berfungsi meningkatkan daya tahan pencernaan serta untuk mencegah diare. Inovasi ini mengubah tanaman potensial yang terabaikan menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Babak final menjadi panggung pembuktian kreativitas mereka. Alih-alih membawakan presentasi yang kaku, Divya dan kawan-kawan memilih cara yang berbeda. Mereka mengawali sesi dengan sebuah narasi drama, menceritakan tentang bagaimana CIPROTECT dapat mencegah diare. Dengan sistem presentasi tertutup yang tidak bisa dilihat oleh finalis lainnya, tim dengan leluasa mempresentasikan inovasinya.

Langkah ini rupanya menjadi magnet bagi dewan juri. Tak hanya itu, persiapan teknis mereka yang dilakukan dengan matang bersama Ibu Yuli; tim membawa contoh produk yang sudah dikemas dengan apik. Gabungan antara presentasi yang emosional dan bukti fisik produk yang nyata membuat para juri tak ragu untuk menobatkan mereka sebagai Juara 1.

Wajah-wajah lelah namun bahagia nampak jelas saat pengumuman kemenangan dibacakan. Bagi tim yang tergolong baru dan pertama kali dalam mengikuti kompetisi di SMA, prestasi ini merupakan capaian luar biasa. Selain sebagai Juara 1, poster mereka juga berhasil meraih Juara Favorit berdasarkan jumlah like di Instagram.

Keberhasilan CIPROTECT membuktikan bahwa di tangan remaja yang kreatif, hal-hal sederhana yang ada di alam, seperti buah ciplukan bisa bertransformasi menjadi solusi kesehatan.