post-image

SMAS Kristen Harapan Gelar Kokurikuler “Gemar Belajar”, Dorong Murid Berpikir Kritis, Berkarya, dan Berbagi

DENPASAR — SMAS Kristen Harapan Denpasar melaksanakan kegiatan kokurikuler bertema “Gemar Belajar” secara serentak bagi murid kelas X, XI, dan XII pada 12–16 Oktober 2026. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kembali semangat belajar, memperkuat kemampuan literasi dan numerasi, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta mendorong murid menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri, sekolah, dan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan tahun ini dibagi menjadi dua subtema sesuai dengan jenjang kelas. Murid kelas X dan XI mengikuti kegiatan dengan subtema “Belajar dari Penglipuran: Menjelajah, Meneliti, Berkarya, dan Berbagi”, sedangkan murid kelas XII mengusung subtema “Belajar Hari Ini, Berkarya Esok Hari, Menginspirasi Sepanjang Hayat”.

Kedua subtema tersebut menjadi landasan bagi murid untuk mengembangkan pengalaman belajar yang kontekstual, menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata, serta menerjemahkan hasil pembelajaran menjadi karya yang kreatif dan komunikatif.

Belajar dari Penglipuran: Menjelajah, Meneliti, Berkarya, dan Berbagi

Bagi murid kelas X dan XI, Desa Wisata Penglipuran, Kabupaten Bangli, menjadi konteks pembelajaran untuk mengenali kearifan lokal, kehidupan masyarakat, lingkungan, budaya, serta potensi ekonomi desa wisata. Melalui pengamatan dan kajian lintas mata pelajaran, murid diajak memahami bahwa lingkungan sekitar dapat menjadi sumber belajar yang kaya akan pengetahuan.

Kegiatan dirancang melalui tahapan observasi lapangan, pengolahan temuan, pengembangan ide dan produk, produksi serta kolaborasi, finalisasi dan latihan presentasi, hingga pameran dan refleksi. Alur tersebut memberikan kesempatan kepada murid untuk mengalami proses belajar secara bertahap, mulai dari mengumpulkan informasi hingga mengomunikasikan hasil pembelajarannya.

Dalam proses pengamatan, murid menggunakan lembar kerja dari berbagai mata pelajaran untuk mencatat fakta, mengidentifikasi pola, menganalisis permasalahan, dan merumuskan kesimpulan. Kajian yang dilakukan mencakup berbagai aspek, antara lain matematika dan geometri pada arsitektur tradisional, kimia hijau dan pemanfaatan bahan alam, ekonomi kreatif berbasis pariwisata, biodiversitas, interaksi sosial, sejarah dan ketahanan budaya, geografi, fisika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, seni budaya, hingga analisis dan pengolahan data dalam Informatika.

Pendekatan lintas disiplin ini mendorong murid melihat suatu fenomena dari berbagai sudut pandang. Mereka tidak hanya mengumpulkan informasi, tetapi juga belajar membedakan fakta dan opini, mengolah data, menyusun argumen berdasarkan bukti, serta menghubungkan hasil pengamatan dengan nilai-nilai pelestarian lingkungan dan budaya.

Hasil pengamatan selanjutnya dikembangkan menjadi produk sesuai minat dan potensi kelompok. Berdasarkan panduan produk kokurikuler, murid dapat memilih beragam bentuk karya, seperti poster dan infografis, peta temuan, komik edukasi, laporan visual, permainan edukatif, video dokumenter, podcast, majalah digital, tur virtual, hingga situs web pembelajaran tentang Desa Wisata Penglipuran.

Melalui proses tersebut, murid memperoleh ruang untuk memadukan pengetahuan, kreativitas, keterampilan komunikasi, dan kolaborasi. Karya yang dihasilkan diharapkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyampaikan informasi yang akurat serta pesan pembelajaran yang bermakna bagi orang lain.

Kelas XII: Belajar Hari Ini, Berkarya Esok Hari, Menginspirasi Sepanjang Hayat

Sementara itu, murid kelas XII mengikuti kegiatan dengan penekanan pada penguatan budaya membaca, berpikir kritis, bernumerasi, berkarya, dan menginspirasi. Melalui subtema “Belajar Hari Ini, Berkarya Esok Hari, Menginspirasi Sepanjang Hayat”, murid didorong untuk mengidentifikasi persoalan nyata yang berkaitan dengan kebiasaan membaca, literasi, dan numerasi di kalangan remaja.

Rangkaian kegiatan kelas XII berlangsung selama lima hari dengan tahapan yang terstruktur, mulai dari eksplorasi cara belajar, penggalian informasi dan penentuan gagasan, penyusunan rancangan, produksi serta pengujian karya, hingga pameran hasil proyek.

Murid bekerja secara kolaboratif untuk mengevaluasi informasi dari berbagai sumber, menggunakan data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta merancang solusi yang kreatif dan relevan. Pilihan karya meliputi artikel atau majalah digital, poster dan infografis, video pendek atau podcast, inovasi produk pembelajaran, kampanye aksi nyata di sekolah atau masyarakat, serta koreografi atau tari pendek bertema Gemar Belajar.

Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan produk, tetapi juga belajar mempertanggungjawabkan gagasan, menyampaikan hasil karya kepada publik, menerima masukan, dan melakukan refleksi sebagai bagian dari proses perbaikan berkelanjutan. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan murid menghadapi tantangan pendidikan lanjutan maupun kehidupan bermasyarakat.

Adaptif terhadap Kondisi, Tetap Produktif melalui Pembelajaran Daring

Dalam pelaksanaannya, kegiatan kokurikuler juga menyesuaikan dengan kondisi penyesuaian sistem kerja melalui Work From Home (WFH). Oleh karena itu, kegiatan pada Kamis dan Jumat, 15–16 Oktober 2026, dilaksanakan secara daring.

Penyesuaian ini tidak mengurangi esensi kegiatan. Murid tetap melanjutkan proses pengembangan produk, menyelesaikan tugas kelompok, melakukan penyempurnaan karya, dan menyiapkan presentasi dengan memanfaatkan teknologi digital.

Pemanfaatan perangkat digital menjadi bagian penting dalam pelaksanaan proyek. Murid dapat menggunakan teknologi untuk mencari dan memverifikasi informasi, mengolah data, menyusun materi presentasi, membuat desain visual, memproduksi konten, serta mengomunikasikan hasil kerja secara kolaboratif. Dalam prosesnya, murid juga diarahkan untuk memperhatikan keakuratan informasi, etika digital, dan tanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Pelaksanaan secara daring menjadi kesempatan bagi murid untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, manajemen waktu, dan kemampuan bekerja sama dalam situasi yang berbeda dari pembelajaran tatap muka. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa proses belajar dapat terus berlangsung secara bermakna melalui penyesuaian metode dan pemanfaatan teknologi.

Pameran Virtual, Ruang Apresiasi Karya Murid

Sebagai puncak kegiatan, pameran karya kokurikuler “Gemar Belajar” dilaksanakan secara virtual pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pameran ini menjadi ruang bagi murid untuk menampilkan hasil proses belajar, kreativitas, dan kolaborasi yang telah dikembangkan selama rangkaian kegiatan.

Melalui pameran virtual, hasil pembelajaran tidak berhenti pada penyelesaian tugas di kelas atau kelompok. Karya murid memperoleh ruang publikasi yang memungkinkan hasil pemikiran dan kreativitas mereka dilihat serta diapresiasi oleh pengunjung. Format digital juga memperluas kesempatan untuk berbagi pengetahuan, menyampaikan pesan edukatif, dan menunjukkan pemanfaatan teknologi secara produktif.

Pameran ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran karena murid tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga belajar mengomunikasikan gagasan, menyajikan informasi secara bertanggung jawab, dan menghargai hasil kerja bersama.

Menumbuhkan Budaya Belajar yang Berkelanjutan

Melalui kegiatan kokurikuler “Gemar Belajar”, SMAS Kristen Harapan Denpasar berupaya memperkuat pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman nyata, kreativitas, dan kontribusi positif bagi lingkungan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan, seperti berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kemandirian, dan pemanfaatan teknologi.

Bagi murid kelas X dan XI, pengalaman belajar dari Desa Wisata Penglipuran memperluas pemahaman tentang pentingnya menjaga warisan budaya, melestarikan lingkungan, serta menghargai kehidupan masyarakat. Bagi murid kelas XII, proyek ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kebiasaan belajar dan menghasilkan karya yang dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekitar.

Pelaksanaan kegiatan secara daring dan penyelenggaraan pameran virtual juga menjadi pengalaman pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Murid belajar untuk tetap produktif, adaptif, dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan proyek serta menyampaikan hasilnya kepada publik.

Melalui semangat “Gemar Belajar”, sekolah berharap tumbuh kebiasaan belajar yang tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas, tetapi juga pada proses memahami, meneliti, mencipta, berbagi, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Belajar hari ini adalah langkah untuk berkarya esok hari dan menginspirasi sepanjang hayat.

SMAS Kristen Harapan Denpasar — Menumbuhkan budaya belajar, mengembangkan potensi, dan membangun generasi yang siap menghadapi masa depan.

Karya murid dapat diakses melalui halaman web berikut:

Klik disini. Pameran Virtual Kokurikuler Gemar Belajar — SMAS Kristen Harapan Denpasar