TOXOAWARE: SABET JUARA 1 UNBI SCIENTIFIC FAIR 2026
Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Agatha Emmanuela Santoso, murid bertalenta dari ekstrakurikuler KIR Harapan, Kelompok Ilmiah Remaja SMAS Kristen Harapan. Kali ini, Agatha berhasil menyabet Juara 1 Lomba Esai dalam ajang UNBI Scientific Fair 2026 yang dihelat oleh Himpunan Mahasiswa S1 Teknologi Laboratorium Medik Universitas Bali Internasional (UNBI).
Dengan judul: Toxoaware: Platform Digital Terintegrasi untuk Edukasi dan Deteksi Dini Risiko Toksoplasmosis, Agatha berhasil menyulap kecemasan kesehatan menjadi sebuah solusi digital yang nyata. Di bawah bimbingan Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., awalnya Agatha mempersiapkan esai sesuai dengan panduan yang diberikan panitia sekaligus mempersiapkan platform digital-nya berupa website. Dan esai ini berhasil melenggang mulus ke babak final.
Pada babak final 10 besar yang berlangsung 19 April 2026, Agatha yang mendapatkan no presentasi di no 8, tampil dengan percaya diri. Dengan model presentasi bergaya story telling, Agatha memulai dengan permasalahan,” Bayangkan kecemasan seorang calon ibu yang baru menyadari bahwa parasit mikroskopis bernama Toxoplasma gondii tengah mengancam janin dalam kandungannya. Di Indonesia, kisah ini bukanlah sekadar skenario medis, melainkan realitas yang menghantui calon ibu.” Agatha tidak hanya membawakan narasi esai yang kuat, tetapi juga mengajak dewan juri mendemonstrasikan secara langsung platform website yang telah dibangun.
Keberaniannya membiarkan para juri mengeksplorasi fitur-fitur Toxoaware menjadi nilai plus yang tak terbantahkan. Juri nampak terkesan melihat bagaimana sebuah gagasan esai mampu diwujudkan ke dalam instrumen digital yang interaktif dan mudah diakses.
Namun, drama sesungguhnya justru terjadi saat momen pengumuman pemenang. Ketika dibacakan Pengumuman Juara Esai, yang dimulai dari Juara III, MC menyebut nama Agatha, kemudian meralatnya. Hal ini sempat membuat Agatha tegang dan deg degan, apakah ia menjadi juara atau tidak. Namun, suasana berubah, senyum Agatha terkembang saat MC menyampaikan kalau esainya mendapatkan Juara I. Tentu saja ada perasaan bahagia ketika berhasil meraih Juara I. Tidak sekadar meraih juara, melalui Toxoaware, Agatha berharap edukasi dini mengenai risiko toksoplasmosis bukan lagi menjadi hal yang asing, melainkan pengetahuan yang berada di genggaman setiap orang. Dukungan dari pihak sekolah serta dukungan tanpa henti dari Ibu Yuli membuktikan bahwa kolaborasi antara murid yang haus akan ilmu dan guru yang visioner akan selalu melahirkan prestasi yang berdampak.





