post-image

BUKAN SEKADAR KODE: RUANG KELAS INFORMATIKA SEOLAH MENJADI "SILICON VALLEY" MINI

Suasana di kelas XII 3-4 SMAS Kristen Harapan pada 29-30 Januari 2026 berubah seolah-olah menjadi ruang rapat dewan direksi yang penuh energi. Tidak ada lagi suasana monolog guru di depan kelas; berganti dengan deretan programmer dan web developer muda yang sedang bertarung ide di depan Papan Interaktif Digital (PID). Di sini, Informatika bukan lagi sekadar menghafal teori jaringan, melainkan simulasi nyata dunia profesional yang memicu adrenalin.

Pada materi Jaringan Komputer dan Internet (JKI), para murid yang terbagi dalam kelompok kecil ditantang untuk menyelesaikan studi kasus infrastruktur digital yang kompleks. Mulai dari merancang jaringan untuk sekolah baru, perusahaan properti, klinik medis, hingga perusahaan Start-Up yang sedang berkembang.

Tugas mereka tidak main-main. Setiap kelompok wajib menyusun proposal komprehensif yang mencakup Rencana Anggaran Biaya (RAB), kebutuhan perangkat keras, desain topologi, hingga rencana pemeliharaan jangka panjang. Untuk memenangkan hati klien, para murid tidak ragu menambahkan nilai plus seperti integrasi smartboard, printer canggih, hingga memberikan berbagai bonus dalam rancangan mereka.

Puncaknya adalah sesi presentasi Head-to-Head. Dua kelompok dengan studi kasus yang sama dihadapkan untuk menawarkan solusi terbaik mereka. Murid lainnya bertindak sebagai klien yang kritis, menimbang programmer mana yang menawarkan spek tertinggi dengan harga paling rasional. “Kami merasa mendapatkan pengalaman baru, mulai dari merancang RAB hingga belajar cara berkomunikasi yang meyakinkan kepada calon klien," ungkap salah satu murid.

Eksplorasi digital berlanjut pada Proyek Lintas Bidang bertema lingkungan. Dengan memanfaatkan PID sebagai panggung kampanye, murid-murid memamerkan poster digital dan website bertema lingkungan dan mempresentasikannya pada 12-13 Februari 2026. Meski menggunakan bantuan AI dalam proses pembuatannya, kreativitas manusia tetap yang utama.

Inovasi yang muncul pun mencengangkan. Mereka berhasil menciptakan website yang interaktif, seperti adanya fitur moda terang-gelap, kalkulator otomatis menghitung nilai ekonomi sampah, hingga integrasi kamera AI untuk mendeteksi jenis sampah secara real-time.

Nicholas, murid kelas XII-4, menyampaikan pengalamannya mengintegrasikan AI Waste Scanner. "Sangat memuaskan melihat teknologi bisa membantu menyelesaikan masalah nyata di lingkungan sekitar," ujarnya. Namun, ia mengakui tantangan teknis seperti merancang prompt AI agar akurat dan mengelola User Interface (UI) yang responsif menggunakan teknologi seperti React dan Tailwind CSS bukanlah perkara mudah. Bagi Nicholas, website yang baik haruslah memenuhi standar industri: cepat, aman, responsif, dan mudah dipelihara. Contoh website dapat diakses pada tautan berikut: https://bit.ly/EcoSmartBin1

Pembelajaran Informatika di SMAS Kristen Harapan bukan sekadar nilai diatas kertas. Dengan menyatukan logika jaringan, etika bisnis, dan kecanggihan AI, SMAS Kristen Harapan sedang membangun jembatan bagi para muridnya menuju jenjang pendidikan lebih lanjut dan dunia kerja global. Di kelas ini, mereka belajar bahwa teknologi adalah alat, namun karakter unggul dalam berkomunikasi dan berinovasi merupakan kunci menuju masa depan.