MENJELAJAH LOGIKA DATA DAN SENI PRESENTASI DENGAN PID: WAJAH BARU DI SMAS KRISTEN HARAPAN
Di Laboratorium IPA SMAS Kristen Harapan, sebuah "jendela dunia" berbentuk Papan Interaktif Digital (PID) telah menjadi jantung baru bagi aktivitas belajar mengajar. Bukan sekadar bantuan dari pemerintah sebagai bagian dari program digitalisasi pendidikan, PID ini telah menjelma menjadi kanvas serbaguna yang mengubah papan tulis yang statis menjadi papan yang interaktif serta mengubah teori yang kaku menjadi praktik yang seru.
Di kelas XI MIPA1, kimia bukan hanya sekadar deretan rumus yang berbaris di buku teks. Di bawah arahan Ibu Ni Ketut Yuli Santosa, S.Si., M.Ling., murid-murid menjelajahi lab maya dengan topik "Kesetimbangan Kimia: Bolak-Balik Menuju Stabil." Tanpa perlu khawatir tumpahan zat kimia, murid-murid mengikuti dinamika reaksi dua arah melalui simulasi interaktif. Mereka melakukan tiga kali percobaan, mengamati perubahan warna yang terjadi, dan memahami bagaimana sistem mencapai kesetimbangan secara visual. Pengalaman serupa berlanjut saat mereka mengukur pH zat menggunakan indikator universal digital; mencocokkan perubahan warna pada layar dengan standar kertas universal secara akurat.
Tak berhenti di sana, bagi kelas XII 1-2, materi Senyawa Turunan Alkana hadir dalam versi website yang dikembangkan khusus oleh Ibu Yuli, yang sekaligus dilengkapi dengan kuis interaktif yang dapat dikerjakan langsung dengan menyentuh layar PID. Murid juga merasakan tantangan digital secara langsung saat mengerjakan latihan soal menggunakan PID, dimana murid bereksplorasi dengan menggunakan warna yang berbeda dan langsung menghapus jika ada kekeliruan.
Bergeser ke ranah teknologi informasi, PID menjadi saksi bagaimana analisis data diasah. Di kelas X, Ibu Ni Made Dewi Astuti, S.Si., mengajak murid menjinakkan angka-angka melalui Microsoft Excel. Di depan layar besar itu, pengolahan data menjadi lebih kolaboratif karena setiap murid bisa melihat dan memperbaiki data secara bersama-sama. Sementara itu di kelas XI MIPA 5-6 pada pembelajaran Informatika, PID dimanfaatkan untuk menganalisis data dan berdiskusi secara langsung pada materi Proyek Lintas Bidang dengan topik: Deforestasi.
Namun, kejutan sesungguhnya terjadi pada kelas XII 3-4 dalam mata pelajaran Informatika. Melalui topik Proyek Lintas Bidang bertema Lingkungan, pembelajaran berubah menjadi lebih atraktif dan bermakna. Suasana kelas hari itu, Kamis 12 Februari seolah-olah menjadi sebuah ruang konferensi. Murid-murid tampil percaya diri mempresentasikan Poster Digital bertema lingkungan. PID tidak lagi sekadar layar, melainkan panggung kampanye di mana pesan-pesan lingkungan disampaikan melalui visual yang tajam. Lebih impresif lagi, mereka juga mempresentasikan website hasil karya sendiri, mempresentasikan navigasinya selayaknya seorang web developer profesional di depan teman-temannya yang bertindak sebagai calon klien.
Pemanfaatan PID di SMAS Kristen Harapan merupakan bukti bahwa digitalisasi bukan sekadar sebagai kecanggihan alat, melainkan keberanian guru dan murid untuk berinovasi. Dengan visualisasi materi yang menarik, multimedia yang dinamis, serta keterlibatan langsung murid di depan layar, suasana kelas bertransformasi menjadi lebih dinamis dan interaktif.
Di Laboratorium IPA yang kini menjadi ruang lintas ilmu, karakter unggul para murid SMAS Kristen Harapan sedang ditempa. Mereka tidak hanya belajar menguasai teknologi, tetapi juga belajar mengomunikasikan gagasan dan memecahkan masalah global dengan cara yang cerdas dan kreatif.




