post-image

Sinergi dan Dedikasi: Kisah di Balik Kemenangan Juara 3 Tim Arum Jeram

Rasa bangga tengah menyelimuti keluarga besar SMAS Kristen Harapan. Tim Arum Jeram  baru saja menorehkan prestasi gemilang dengan membawa pulang trofi juara 3 dalam ajang kompetisi bergengsi kategori perempuan dan kategori mix. Namun, di balik medali yang melingkar, tersimpan cerita tentang perjuangan melawan rasa cemas dan panasnya terik matahari. Suasana sebelum perlombaan digambarkan sangat emosional oleh para atlet. Perasaan campur aduk antara gugup dan takut tidak mampu memenuhi ekspektasi sempat menghantui tim.

Adapun peraih medali perunggu sebagai berikut :

Kategori perempuan :

  • I Gusti Ayu KD Nia Deswinta Sudani X-5
  • Putu Luna Pramesti Dewi X-5
  • Melati Amelia Tajudin Xl MIPA 5
  • Anak Agung Kresna Sasmita Devi Xl MIPA 3
  • Josephine Kimberly Kumolontang X-5 (cadangan)

Kategori Mix :

  • Michelle Chen X-5
  • Made Harry Agung Andika Bhayangkara X-10
  • I Komang Wiguna Sedana X-4
  • Amanda Septia Rahmadhani X-10
  • Ni Made Ayu Dita Pradnya Putri X-6 (cadangan)

“Kami sangat nervous dan deg-degan, terus memikirkan apakah kami bisa menang atau tidak,” ujar Amanda Septia Rahmadhani X-10. Namun, segala keraguan itu sirna begitu hasil diumumkan. “Setelah selesai, rasanya sangat lega. Kami bersyukur bisa meraih Juara 3 sesuai dengan harapan kami.” Ujar Amanda Septia Rahmadhani X-10.

Keberhasilan ini tidak didapatkan dengan instan. Dipilih langsung oleh pembina untuk mengemban tanggung jawab ini, tim harus menghadapi berbagai tantangan selama masa latihan. Masalah komunikasi antaranggota tim menjadi fokus utama yang harus dibenahi demi menciptakan kekompakan. Selain itu, faktor alam juga menjadi ujian fisik. Latihan intensif yang dimulai dari siang hingga sore hari memaksa para atlet bertarung dengan cuaca panas yang menyengat. Strategi utama mereka sederhana namun kuat, menjaga kekompakan untuk terus melangkah maju.

Menyeimbangkan buku dan sepatu olahraga bukanlah hal mudah. Tim ini menerapkan jadwal yang sangat ketat. Sepulang sekolah, mereka langsung bersiap untuk latihan. Beruntung, pihak pembina sangat memperhatikan keseimbangan akademik mereka. “Kami selalu dipulangkan pukul 18.00 WITA agar jam 19.00 sudah sampai di rumah. Dengan begitu, kami masih memiliki waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam untuk belajar di malam hari,” ungkap I Komang Wiguna Sedana X-4.

Kemenangan ini diakui sebagai buah dari dukungan kolektif. Mulai dari pembina yang sabar membimbing, rekan satu tim yang solid, hingga dukungan dari teman-teman ekstrakurikuler lainnya. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Kepala Sekolah yang telah memfasilitasi kebutuhan lomba melalui dukungan Dana BOS. Meski sudah meraih posisi ketiga, tim tidak ingin cepat berpuas diri. Pengalaman ini menjadi suntikan semangat untuk terus berkembang.

“Kesannya sangat seru dan menyenangkan. Pesan kami, semoga kami bisa mengikuti lomba ini lagi. Harapannya ke depan kami bisa tampil lebih baik, lebih kompak, dan targetnya adalah membawa pulang medali emas,” tutup perwakilan tim dengan penuh optimisme.

 

Penulis: Deswita, Intan, Bayu